Bupati Nina Pantau Langsung  TPS

Bupati Nina Pantau Langsung  TPS
MERAKYAT: Bupati Hj Nina Agustina SH MH meninjau langsung kegiatan pilwu serentak yang saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, kemarin. KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
INDRAMAYU-Bupati Indramayu Hj Nina Agustina, mengapresiasi pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu) secara serentak di 171 desa, Rabu (2/5) berjalan lancar, aman dan kondusif.
Bupati Nina juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilwu.
“Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan pemungutan suara pada pelaksanaan Pilwu serentak ini berlangsung aman dan kondusif. Ini menggembirakan atas sukses penerapan protol kesehatan pada pelaksanaan Pilwu serentak di Kabupaten Indramayu, merupakan kerja keras seluruh Tim Panitia Pilwu Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Tentunya petugas keamanan TNI dan Polri, serta Satpol PP,”  ujarnya.
Nina mengatakan, Panitia pilwu dan petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah melaksanakan tugas secara baik dan berpedoman kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang disertai dengan sikap ketelitian, kecermatan, kejujuran, transparan, akuntabel dan terutama tidak melakukan keberpihakan kepada salah satu calon kuwu.
“Di pundak mereka melekat tanggung jawab yang besar dan mulia dalam menyelenggarakan serta mengawal pesta demokrasi pada Pilwu Serentak 2021,” jelasnya.
Dikatakannya, panitia penyelenggara tidak saja bertanggung jawab terselenggaranya Pilwu yang berasaskan kepada prinsip-prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia. Tetapi, lebih dari itu panpilwu secara formal harus bertanggungjawab terhadap pencapaian hasil pilwu yang mencerminkan kualitas demokrasi yang tidak cacat hukum.
Orang nomor satu di Kabupaten Indramayu ini mengingatkan kepada calon kuwu, bahwa proses demokrasi apapun tingkatannya akan menghasilkan calon yang terpilih atau tidak terpilih maupun kalah atau menang. Maka, Nina mengimbau kepada setiap calon kuwu harus memiliki pemahaman yang sama atas konsekuensi tersebut. Sehingga, dengan demikian menjadi kurang bijak pasca pilwu terjadi insiden yang tidak perlu dan menciderai proses demokrasi itu sendiri. (kom) 
 

0 Komentar