Catatan Dua Dasawarsa Reformasi

Kolase-Reformasi-1998
Beberapa tokoh penggerak reformasi dari Cirebon.
0 Komentar

Nasori Ibnu Afan (kini aktif sebagai bankir di BSM dan pengajar di UGJ) ketua lembaga dakwah kampus ikatan mahasiswa masjid Nurul Ilmi (IMMNI) adalah tokoh organisatoris juga di fakultas ekonomi. Moh Noupel SH MH (jurnalis senior di Radar Cirebon dan kini menjadi anggota DPRD Kota Cirebon) juga tokoh sentral di Fakultas Hukum dan juga presiden mahasiswa sebelumnya dan aktif sebagai Humas IMMNI.
Saya sendiri dari Fisip sebagai Ketua Hima Administrasi Negara, dan di masjid mendampingi Nasori sebagai sekretaris. Ada juga tokoh mahasiswa yang aktif Mas Rio Abdurachman (Rio Kardus) yang pernah menjadi Stafsus Menteri Perdagangan, Editiya di FE, mantan ketua senat mahasiswa Mas Ugi Ugriyatmo, saat ini bekerja di PGN.
Perwakilan FKIP Mas Rahmat, Mas Basir dan masih banyak yang terlibat di internal Unswagati. Ada juga dosen yang selalu memberi motivasi Bang Junaedi Noer (alm), Pak Jihad Maulana (alm) dan Pak Waluyadi SH MH, dosen muda waktu itu.
Walaupun kami memupunyai background berbeda saat di luar kampus (sebagian ikut ditempa di HMI), tidak ada sekat karena kita punya musuh bersama.
Nah, jelang mimbar bebas perdana, Nasori dan  BEM, malam harinya dipanggil danrem. Situasi tegang. Saya bersama rekan-rekan mahasiswa yang lain bertahan di kampus. Nasori bilang: “Kalau satu jam saya belum balik bawa teman-teman ke korem.”
Syukur, Nasori dan beberapa rekan balik sebelum satu jam. Intinya, kita boleh mimbar bebas dengan syarat tidak bawa atribut yang memprovokasi dan tidak keluar kampus. Besok paginya, kita mimbar bebas. Toa masjid ada dua, satu diturunkan dipasang menghadap Jalan Pemuda. Papan tenis meja dari kayu diangkut ke depan kampus untuk dijadikan arena mimbar bebas meminta Soeharto turun.
Nah, saat orasi dan mimbar bebas saya berjumpa Dudi Setiawan. Mas Dudi (sempat jadi staf khusus saat Bupati Dedi) kuliah di FE Unswagati dan Untag. Piawai memainkan harmonika, orator yang menggerakkan. Mas Dudi ini, menguatkan basis gerakan mahasiswa di Untag.

0 Komentar