Cublak Cublak Suweng, Permainan Peninggalan Wali

Cublak-Cublak-Suweng
Anak-anak tengah bermain permainan cublak cublak suweng. Foto: dictio.id/RadarCirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Generasi Z saat ini sangat sedikit yang bisa memainkan permainan tradisional. Salah satunya cublak cublak suweng.

Bagi generasi sebelum tahun 90 mungkin tidak asing mendengar suara nyanyian cublak cublak suweng.

Cublak cublak suweng sendiri biasa dimainkan ketika anak-anak tengah berkumpul dan bermain bersama.

Baca Juga:Tendik Harus Tau, Regulasi Terbaru Sertifikasi Guru 2023Perkiraan Cuaca Wilayah Cirebon 14 Januari 2023, Berawan Namun Tetap Ada Hujan

“Cublak cublak suweng,
Suwenge tinggelenter
mambu ketundung gudhel…
Pak empong lera lere
Sopo ngunyu ndelek ake
sir, sirpong dele kopong
sir, sirpong dele kopong
sopo nguyu ndelek ake “

Kata “cublak” adalah sebuah kata kebiasan atau idium yang digunakan untuk sebuah permainan saling tebak, sedang kata suweng artinya adalah hiasan telinga (bukan anting anting atau giwang)(ayo lah) bermain tebak tebakan (sebuah) informasi yang sangat penting.

Maka ia menghadirkan syair cublak-cublak suweng ini yang akhirnya di jadikan permainan dikalangan anak-anak.

Permainan cublak cublak suweng berkisar antara 5-7 orang dengan umur berkisar 6-14 tahun.

Bagi yang masih berumur 6-9 tahu adalah masih belajar, sedangkan bagi yang berumur 10-14 tahun adalah melatih adik-adiknya yang masih kecil.

Tujuan dari permainan ini adalah Pak Empo menemukan anting (suweng) yang disembunyikan seseorang.

Pada awal permaianan beberapa orang berkumpul dan mengundi/ menentukan salah satu dari mereka untuk menjadi Pak Empo.

0 Komentar