Cublak Cublak Suweng, Permainan Peninggalan Wali

RADARCIREBON.ID – Generasi Z saat ini sangat sedikit yang bisa memainkan permainan tradisional. Salah satunya cublak cublak suweng.

Bagi generasi sebelum tahun 90 mungkin tidak asing mendengar suara nyanyian cublak cublak suweng.

Cublak cublak suweng sendiri biasa dimainkan ketika anak-anak tengah berkumpul dan bermain bersama.

Permainan ini hampir tergerus zaman akibat kemajuan teknologi yang memudahkan anak-anak memainkan permainan hanya dari sebuah gadget.

Baca Juga: Tendik Harus Tau, Regulasi Terbaru Sertifikasi Guru 2023

Untuk generasi jadul sebelum tahun 90 apakah masih ingatkah dengan lirik ini?

“Cublak cublak suweng,
Suwenge tinggelenter
mambu ketundung gudhel…
Pak empong lera lere
Sopo ngunyu ndelek ake
sir, sirpong dele kopong
sir, sirpong dele kopong
sopo nguyu ndelek ake “

Kata “cublak” adalah sebuah kata kebiasan atau idium yang digunakan untuk sebuah permainan saling tebak, sedang kata suweng artinya adalah hiasan telinga (bukan anting anting atau giwang)(ayo lah) bermain tebak tebakan (sebuah) informasi yang sangat penting.

Cublak cublak suweng berasal dari Jawa timur. Permainan ini diciptakan oleh salah seorang wali songo yaitu Syekh Maulana Ainul Yakin atau yang biasa dikenal dengan Sunan Giri.

Baca Juga: Memperebutkan 49.549 Formasi, Cek Hasil Seleksi Administrasi PPPK Kemenag 2022 Disini

Sunan giri menyebarkan agama islam di Indonesia khususnya pulau jawa dengan jalur kebudayaan.

Maka ia menghadirkan syair cublak-cublak suweng ini yang akhirnya di jadikan permainan dikalangan anak-anak.

Permainan cublak cublak suweng berkisar antara 5-7 orang dengan umur berkisar 6-14 tahun.

Bagi yang masih berumur 6-9 tahu adalah masih belajar, sedangkan bagi yang berumur 10-14 tahun adalah melatih adik-adiknya yang masih kecil.

Permainan Cublak-cublak Suweng memerlukan perlengkapan seperti suweng (subang).

Baca Juga: Ada Sertifikasi Dosen di 2023, Catat Persyaratannya

Permainan ini dimainkan oleh beberapa anak/orang, tetapi minimal tiga orang. Akan tetapi lebih baik antara 6 sampai delapan orang.

Tujuan dari permainan ini adalah Pak Empo menemukan anting (suweng) yang disembunyikan seseorang.

Pada awal permaianan beberapa orang berkumpul dan mengundi/ menentukan salah satu dari mereka untuk menjadi Pak Empo.

Komentar