Doa dan Zikir Rasulullah SAW Agar Dosa Kita Diampuni

RADARCIREBON.ID –  Artikel ini membahas apa doa dan zikir agar dosa diampuni. Allah SWT Maha Pengampun dan Penyayang. Kita dianjurkan untuk memohon ampun terhadap-Nya setiap saat.

Doa dan zikir agar dosa  diampuni, merupakan pertanyaan yang selalu terbenak dalam hati. Allah SWT mudah mengampuni terhadap hamba-Nya yang ingin bertaubat atas segala kesalahan.

Doa dan zikir agar dosa diampuni merupakan landasan ilmu dalam beramal. Karena, salah satu syarat diterimanya amal adalah mengikuti syariat yang Allah dan Rasulnya tetapkan (i’tiba).

Doa dan zikir agar dosa diampuni, adalah pertanyaan yang  benar-benar harus dipahami jawabannya oleh kita.

BACA JUGA: Jamaah Haji 2023 Gunakan Bandara Kertajati Majalengka, Persiapan Terus Dikebut

Karena, setiap anak adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan, adalah yang bertaubat (HR.Tirmidzi 2499)

Tidak ada kata terlambat untuk memohonkan ampunan dosa, sebelum nafas sampai di kerongkongan. Terlambat itu jika kita sudah dibangkitkan di alam barzah dan kita baru menyadari akan segala kesalahan dan dosa.

Kalau sudah di alam barzah, sudah tidak lagi kata taubat. Yang ada hanya pertanggungjawaban atas semua amal, kepada siapa meminta pertolongan karena sebaik baik pertolongan adalah pertolongan Allah azza wa jala.

Sebagai seorang hamba yang tidak mungkin lepas dari dosa dan kesalahan, tentu kita semua menginginkan agar dosa-dosa kita ini diampuni oleh Allah SWT. Sehingga, kita harus bertaubat, menyesal, dan menjalankan sebab terampuninya dosa.

BACA JUGA: Catat Syarat Ajukan KUR BRI 2023, Tidak Perlu Lewat Daftar Online di kur.bri.co.id

Saat Rasulullah SAW mengajarkan suatu doa atau zikir diiringi keutamaannya. Di antara keutamaan yang paling sering Rasulullah SAW sebutkan adalah doa dan zikir mohon pengampunan dosa.

Apa Doa dan Zikir Agar Dosa Kita Diampuni?

Berikut ini adalah beberapa doa yang bisa kita amalkan agar kita mendapatkan ampunan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa setelah salat fardu bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali, sehingga berjumlah 99 kali, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan ‘laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir’, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan” (HR. Muslim no. 597)

Komentar