Industri Geser Pertanian

Industri Geser Pertanian
BERKEMBANG: Pemkab Cirebon telah menetapkan kawasan industri dalam perda RTRW 10 ribu hektare. Beberapa calon investor Investor lokal dan asing dari Tiongkok, Amerika sudah melakukan komunikasi untuk menempati kawasan WTC. FOTO: ILMI YANAFAUNAS/RADAR CIREBON
0 Komentar

 
 
SUMBER – Geliat pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Cirebon terus berkembang. Daya pikatnya luar biasa. Strategis dan mudah diakses. Dilirik banyak investor. Hanya saja, tahun ini sedikit terhambat karena pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon, Deni Agustin SE mebeberkan industri di Kabupaten Cirebon terus mengalami perkembangan. Apalagi, pemerintah daerah menetapkan kawasan industri di dalam perda RTRW 10 ribu hektare. “Wilayah Timur Cirebon (WTC) salah satunya masuk zona industri,” kata Deni, kemarin (31/8).
Menurutnya, Cirebon memiliki keunggulan komperatif, terutama aksebilitasnya. Secara geografis ada di antara Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Di jalur yang sangat ramai. Selain memang mempunyai aksebilitas baik melalui pelabuhan, darat tol, maupun  udara.
“Saya kira ke depan Kabupaten Cirebon akan menjadi primadona untuk investasi di Pulau Jawa ini. Karena memang suplay energinya juga mencukupi,” terangnya.
Ia menjelaskan, industri di WTC itu meliputi olahan kayu, olahan hasil laut, serta pabrik kapal. Penempatan WTC sebagai zona industri lantaran disesuaikan dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Bukan berarti industri lain tidak bisa berkembang, tapi WTC memang menjadi skala prioritas kami ke arah sana, sesuai daya dukung SDM dan SDA,” tuturnya.
Untuk industri pengolahan kayu, diarahkan oleh pemerintah daerah menjadi industri furnitur dan barang lainnya dari kayu. Kemudian, dari hasil laut diarahkan pula menjadi industri pengolahan garam.
Sedangkan untuk pengolahan ikan, di wilayah Kecamatan Gebang sudah ada pusat pelelangan ikan (PPI). “Nantinya, setelah ada industri pengolahan ikan. Hasil tangkapan pun bisa memiliki nilai ekonomis tinggi, baik diolah menjadi makan atau dijual dengan cara dibekukan,” imbuhnya.
Di tengah pandemi, mantan Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon itu mengungkapkan, beberapa calon investor sudah melakukan komunikasi untuk menempati kawasan WTC. Bahkan, salah satu industri sepatu sudah melakukan kegiatan pembangunan lokasi pabrik.
“Pandemi ini sangat menghambat proses investasi di Kabupaten Cirebon. Tapi, pasca pandemi nanti industri wilayah timur akan menumbuhkan perekonomian Kabupaten Cirebon menjadi lebih baik,” paparnya.

0 Komentar