Kapan Waktunya Qadla Puasa Ramadan?

Kapan Waktunya Qadla Puasa Ramadan?
Puasa, menahan lapar dan dahaga, tidak melakukan hal-hal yang membatalkannya mulai Subuh sampai Magrib.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID-Setengah bulan lagi sudah memasuki bulan Rajab. Berarti satu setengah bulan yang akan datang dari sekarang adalah bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban adalah bulan sebelum Ramadan. Cuma mengingatkan, sudahkah Anda mengqadla puasa Ramadan tahun lalu?

Ramadan adalah bulan dilaksanakannya puasa fardlu bagi Mukmin sebagaimana disyariatkan Allah SWT dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183-185.  Meninggalkan puasa Ramadan pada tahun sebelumnya, maka wajib qadla puasa Ramadan pada bulan berikutnya.

Sebagaimana diterangkan Tengku M Hasbi Ash Shiddieqy dalam Pedoman Puasa, memang qadla puasa Ramadan tidaklah wajib dilaksanakan segera. Misalkan pada bulan Syawal atau satu bulan setelahnya,di bulan Dzulqaidah. Qadla puasa Ramadan boleh dilaksanakan satu bulan sebelum Ramadan di tahun berikutnya atau di bulan Sya’ban. Ada uzur maupun tidak ada uzur.

Baca Juga:Gua Ashabul Kahfi Ada di Kota Ini, Paling Valid?Jadwal SIM Keliling di Kuningan Sabtu 7 Januari 2023  

Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Aisyah ini sebagai rujukannya: ‘alayya al ashiyaamu min syahri ramadlaana falaa aqdliihi hatta yajia sya’baanu”. “Atasku ada puasa Ramadan, maka aku tidak mengqadlanya sehingga datanglah bulan Ramadan tahun berikutnya”

Sebagian ulama menetapkan bahwa mengqadla puasa Ramadan yang ditinggalkan wajiblah beriring-iringan, tak boleh berselang-selang. Tetapi sebagian Ahlut Tahqiq membolehkan berselang-selang.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ad Duruquthni dari ibn Umar, katanya bahwa Rasulullah SAW bersabda: qadlaau ramadlaana in syaa a farraqa wa in syaa a taa ba’a.

“Qadla (puasa) Ramadan boleh diselang dan oleh pula dengan beriring-iring.

Dari hadis tersebut dapat dijelaskan bahwa bila seseorang meninggalkan puasa Ramadan enam hari misalnya, maka ia boleh mengqadlanya sehari puasa berselang tidak puasa kemudian lusa atau hari berikutnya melanjutkan puasa. Boleh juga terus menerus ke enam hari asal dalam tahun itu juga menjelang Ramadan yang berikutnya. (*)

 

0 Komentar