Kapolres Ingatkan Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

KARHUTLA-KAPOLRES
ANTISIPASI KEBAKARAN: Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik mengingatkan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai. Foto: Radar Kuningan
0 Komentar

KUNINGAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai harus diwaspadai. Karena itu, antisipasi untuk pencegahannya harus lebih serius lagi. Demikian disampaikan Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik saat berdiskusi bersama BPBD, Balai TNGC dan warga lereng Gunung Ciremai.
Warga yang terlibat diskusi tersebut berasal dari enam desa kawasan Ciremai. Sejumlah desa itu di antaranya Desa Cisantana, Pajambon, Sangkanherang, Linggarjati, Setianegara dan Cibuntu.
“Kita mengambil tema strategi pemberdayaan masyarakat dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kuningan,” kata Kapolres AKBP Lukman Syafri Dandel Malik saat memberikan keterangan persnya, Kamis (23/7).
Dijelaskan, dalam ruang diskusi itu dipaparkan strategi-strategi terkait penanganan karhutla pada masyarakat. Strategi tersebut di antaranya adalah pentingnya peningkatan penanganan karhutla. Mulai dari pusat hingga daerah untuk melakukan pencegahan, early warning, penetapan siaga darurat lebih dini, menerapkan reward and punishment. Kemudian peninjauan lapangan serta mengajak masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla di wilayah mereka.
Strategi kedua, yakni dengan melakukan teknik modifikasi cuaca untuk pengaturan ritme hujan. Pihaknya berharap kesiapan dalam modifikasi cuaca, dapat diupayakan melakukan pengaturan ritme hujan.
Pihaknya mengajak, semua pihak harus meletakan kewaspadaan tinggi dalam menghadapi kemarau. Maka berdasarkan evaluasi, telah dapat diidentifikasikan arah langkah ke depan dalam kewaspadaan dan monitoring cuaca yang tidak menunggu sampai musim kemarau tiba.
Yang tidak kalah penting harus melakukan inovasi untuk mempercepat dan mempermudah upaya pencegahan karhutla. Misalnya mencetak desa mandiri, pengendalian ruang wilayah oleh swasta dan masyarakat pada lahan hutan dan kebun serta pembukaan lahan tanpa bakar.”Itu semua menjadi langkah penting,” tutupnya. (ags)
 

0 Komentar