Kasus Positif Covid-19 di Kuningan Tersisa 56 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Kuningan Tersisa 56 Orang
0 Komentar

 
KUNINGAN– Sejak kemunculan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kuningan, hingga kini jumlah totalnya menembus 836 orang. Namun dari total kasus tersebut, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 juga terbilang tinggi yakni mencapai 765 orang. Sehingga saat ini, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kuningan hanya tersisa 56 orang. Adapun jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal terdapat 15 orang.
Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menuturkan, beberapa hari terakhir jumlah pasien sembuh lebih tinggi ketimbang pasien terkonfirmasi positif. Hal ini terlihat dari update data per tanggal 31 Oktober bahwa terdapat 765 orang dinyatakan sembuh. “Sekarang kasusnya cenderung melandai. Kenaikan kasus positif hari ini hanya ada 2 orang,” ujarnya dalam keterangan persnya, kemarin (31/10).
Mantan Camat Subang itu mengatakan, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kuningan sebanyak 836 orang. Jumlah ini terdiri dari 765 orang sembuh, 15 orang meninggal dan 56 orang masih menjalani karantina. “Kita berharap semuanya bisa sembuh, tidak ada lagi kenaikan kasus positif. Menurunnya jumlah kasus positif sangat menggembirakan. Semoga saja ke depannya semakin menurun atau malah hilang sama sekali,” imbuhnya.
Selain soal penanganan Covid-19, pihaknya juga mengimbau, kaitan dengan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam. Apalagi saat ini, intensitas hujan di wilayah Kuningan cenderung tinggi dan berdurasi lama. “Kita sudah menyusun rencana kaitan dengan tahapan siaga darurat kebencanaan. Sebab kita sudah memasuki musim penghujan, darurat kekeringan berakhir di bulan Oktober ini dan beralih ke siaga bencana banjir dan longsor,” papar Indra Bayu atau akrab disapa IB tersebut.
Atas kondisi ini, pihaknya telah melakukan pengecekan seluruh kesiapan personil dan peralatan siaga kebencanaan di lapangan. Memang sebelumnya, telah terjadi beberapa kejadian bencana seperti longsor dan pergerakan tanah di wilayah Subang dan Cilebak. “Kita dorong untuk penanganan sementara dengan mengirimkan logistik ke lokasi bencana. Bahkan kita sudah berkoordinasi dengan SKPD terkait, khususnya dalam penanganan kerusakan rumah warga akibat bencana alam,” terangnya.
Terkait penetapan status siaga bencana, akan dilakukan pada pekan pertama atau kedua di bulan November 2020. Nantinya, kesiapan petugas akan diawali dengan kegiatan simulasi dalam penanganan kebencanaan. “Kita juga telah berkoordinasi dengan pihak BBWS, ada beberapa posko pemantauan debit air di sungai-sungai besar. Ini langsung dari sistem di kita, ketika ada peningkatan debit air maka segera diinformasikan ke pusdalops,” imbuhnya.

0 Komentar