Kompak, Bantu Biaya Persalinan

Kompak, Bantu Biaya Persalinan
PEDULI: Kapolsek Losarang Kompol H Mashudi didampingi Kepala Puskesmas Losarang dr Andri sedang mengazani bayi dari keluarga kurang mampu, kemarin. KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
LOSARANG-Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan jajaran petugas Kepolisian Resor Indramayu Sektor Losarang. Kepada seorang ibu yang hendak melahirkan. Diberi bantuan biaya persalinan.
Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Bambang SIK melalui Kapolsek Losarang, Kompol H Mashudi SH MH menuturkan, bantuan diberikan lantaran Juliana (30) ibu hamil asal Desa Krimun itu merupakan warga tidak mampu. Suaminya Syarifudin (44) hanya pedagang es batu.
Kejadian bermula, saat Juliana yang sudah berada di UPTD Puskesmas Losarang menolak untuk menjalani pemeriksaan swab antigen di RS. Belakangan diketahui, penolakan itu karena pasangan suami istri itu benar-benar tidak memiliki biaya.
“Jadi awalnya disangka menolak untuk tes swab. Ternyata gak punya biaya. Jangankan untuk swab, biaya persalinan pun mereka belum ada. Sementara keluarga ini tidak memiliki kartu BPJS ataupun KIS,” ungkap Kompol Mashudi kepada Radar, Jumat (23/4).
Melihat kondisi yang dialami Juliana dan suaminya itu, pihaknya langsung memberikan bantuan uang untuk biaya tes swab di RS. Sedangkan biaya persalinan di Puskesmas Losarang digratiskan dengan pertimbangan pasien itu berasal dari keluarga tidak mampu.
Namun demikian, Kapolsek Mashudi juga tetap memberikan santunan dana kepada Juliana untuk persalinan calon anak keempatnya. Harapannya agar Juliana tidak terbebani pikiran secara psikologis menyambut persalinan anaknya yang ke empat.
Tepat pukul 23.37, Kamis (22/4), Juliana akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan dengan normal. Keluarga menyambutnya dengan penuh sukacita.  Kapolsek Mashudi diminta melantunkan azan. Serta Kepala Puskesmas Losarang dr Andri mengumandangkan iqomah.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Losarang, dr Andri mengatakan, pihaknya menerima laporan dari bidan desa Krimun dan Bhabinkamtibmas bahwa ada pasien dari keluarga kurang mampu akna melahirkan. “Saat itu juga dokter kami ke rumahnya untuk menjemput pasien (Yuliana, red) tersebut,” ujarnya.
Meski si pasien harus dibawa ke Puskesmas Losarang, suami Juliana itu sempat mempertahankannya, dikarenakan tidak memiliki biaya. Namun, setelah diberikan penjelasan, bahwa semuanya digratiskan, suaminya mengizinkan.
“Mungkin, karena istrinya tidak memiliki kartu BPJS atau KIS, suaminya tidak bisa membayar proses persalinan. Setelah diberikan penjelasan digratiskan, akhirnya dibolehkan dibawa ke Puskesmas. Kami datang dan menjemputnya bersama dengan Pak Kapolsek Losarang,” kata Andri.

0 Komentar