Idul Adha selalu identik dengan Haji. Namun sayangnya, pandemi covid-19 membuat pelaksanaan ibadah tersebut ditunda. Jamaah haji asal Indonesia bahkan harus menunggu hingga tahun depan. Kebijakan ini berdampak langsung pada pelaku usaha oleh-oleh.
KHOIRUL ANWARUDIN, Cirebon
SELAIN dikenal sebagai kampung Arab, kawasan Panjunan juga dikenal sebagai sentra oleh-oleh haji dan umrah. Banyak toko yang menjajakan produk produk asal Timur Tengah seperti air zamzam, kurma, kacang, kismis, tasbih, pakaian gamis, peci hingga sajadah.
Namun penundaan pelaksanaan haji bagi jamaah haji asal Indonesia membuat penjualan oleh-oleh, perlengkapan haji dan umrah merosot. Hj Latifah, salah seorang pedagang mengaku mengalami penurunan hingga lebih dari 70 persen. “Kalau dibandingkan dengan tahu lalu beda banget. Kemarin masih ramai,” kata Latifah yang dijumpai Radar Cirebon di tokonya.
Dalam kondisi normal, tak pedagang tak perlu menunggu musim haji. Jauh sebelum para jamaah berangkat ke tanah suci, mereka sudah pesan duluan. Tentu jumlahnya tak sedikit. Mengingat dari satu jamaha saja, banyak yang mesti dibagi. Saudara, teman, anggota keluarga hingga tetangga.
Beruntung, meski ibadah haji dibatalkan, ada saja pembeli yang datang. Hal tersebut membuatnya memutuskan untuk tetap membuka toko. Pembeli biasanya membeli produk produk kesehatan seperti madu dan habbatussauda.
Selain itu banyak juga yang beralih membeli beras mati atau basmati, beras yang berasal dari wilayah India/Pakistan yang banyak digunakan untuk masakan khas Timur Tengah. “Kalau untuk baju-baju, minyak wangi sih masih tetap ada. Tapi yang lagi tren sekarang beras basmati,” tuturnya.
Sebelum Idul Adha, memang cukup banyak yang pesan sama rempah-rempah khas Timur Tengah untuk membuat nasi kebuli atau nasi briyani.
Sebagian besar produk yang dijual di tokonya memang berasal dari Arab Saudi, seperti kurma, kismis, dan sebagainya. Sementara untuk peci dan gamis beberapa diambil dari produsen lokal.
Latifah sangat berharap penyebaran Covid-19 bisa segera diantisipasi agar tidak meluas. Sehingga kondisi perekonomian juga bisa segera membaik. “Di sini kita juga mengikuti pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan. Semuanya harus menggunakan masker dan hand sanitizer. Mudah mudahanya kondisi seperti ini cepat berlalu,” harapnya.