Madrasah Kader NU Warnai Hari Santri Nasional

MKNU-Kuningan
CETAK KADER: Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkatan ke-2 digelar di Gedung IPHI Kuningan yang berlangsung selama dua hari.
0 Komentar

KUNINGAN–Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati tepat Kamis (22/10), diwarnai beragam kegiatan keagamaan. Ada sebanyak sembilan agenda pokok rangkaian Hari Santri Nasional, salah satunya yakni Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkatan ke-2 di Gedung IPHI Kuningan yang berlangsung selama dua hari.
Adapun beberapa materi yang disampaikan kaitan dengan Dasar Pemikiran dan Tujuan Umum MKNU, Relasi dan Respons NU terhadap Ideologi hingga Relasi dan Respons NU terhadap Negara. Bahkan Wakil Bupati HM Ridho Suganda SE MSi menyempatkan diri mengisi acara MKNU pada malam kemarin.
Kegiatan MKNU ini merupakan program kerja NU Kabupaten Kuningan, yang mana sebagai syarat untuk menjadi pengurus NU. Sebanyak 110 peserta MKNU itu berasal dari kepengurusan MWC NU, Banom NU maupun lembaga NU di sejumlah kecamatan.
Bupati H Acep Purnama SH MH dalam keterangan persnya mengatakan, jika Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi terbesar di Tanah Air, dalam aktivitas dan programnya selalu melakukan berbagai inovasi untuk mencetak kader-kader mumpuni agar menjadi generasi penerus di masa depan.
“NU juga menjadi ormas terbesar yang telah berkontribusi besar terhadap bangsa ini. Kontribusi NU dari waktu ke waktu eksis dan berbuat banyak dengan tolok ukur dan indikator yang terukur,” ungkapnya.
Terkait Madrasah Kader NU, Bupati Acep berharap kepada kader NU untuk memahami silsilah paham Islam Ahlusunnah Waljamaah. Paham Islam kebangsaan yang terus membela NKRI dengan asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Semoga melalui kegiatan MKNU ini dapat menciptakan kader tangguh yang cinta Tanah Air. Sekaligus dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam menyukseskan pembangunan,” tandasnya.
Menurutnya, hal itu merupakan salah satu langkah dan upaya dalam mewujudkan keberhasilan visi dan misi Kabupaten Kuningan yang Makmur, Agamis dan Pinunjul. “Oleh sebab itu, pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan MKNU sebagai ruang dalam menambah wawasan dan keilmuan kader tentang Nahdlatul Ulama,” tandasnya.
Selain itu, bupati juga berpesan agar para kader yang mengikuti kegiatan memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Sehingga melalui MKNU, semua kader dapat menyelaraskan kepengurusan NU untuk satu tujuan dalam mengembangkan organisai NU di masa mendatang.

0 Komentar