Menunggu Magrib di Rel KA

Menunggu Magrib di Rel KA
0 Komentar

PT KAI Daop 3 Cirebon sudah mengetahui hal tersebut. Bahkan di tahun 2019 sampai-sampai harus menurunkan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) untuk mengawasi tempat itu. Kasusnya sama. Tak ada kapoknya. Yang juga tak kalah bahaya adalah ketika para bocah itu menaruh barang-barang di atas tepian rel. Misalnya meletakkan paku. Itu sengaja dilakukan agar paku tersebut terlindas. Lalu gepeng. Dijadikan mainan anak-anak layaknya pisau kecil.
Beruntung kondisi itu saat ini tak lagi ada yang mengeluhkan. Artinya, kemungkinan anak-anak sudah tidak melakukan hal tersebut. “Salah satu bentuk sosialisasi yang kita lakukan untuk memberikan imbauan agar tak ngabuburit atau nongkrong di rel adalah melalui konten media sosial,” jelas Manager Humas Daop 3 Cirebon Suprapto kepada Radar, kemarin, menanggapi fenomena tersebut.
Konten itu tentu isinya larangan. Diunggah di seluruh kanal medsos KAI. Bertuliskan: Nongkrong, Ngabuburit di Rel KA. Stop. Jangan Lagi. Petaka Menanti. Lagi, secara lisan Suprapto mengimbau masyarakat agar tidak menunggu magrib di jalur KA.
Karena itu sangat membahayakan keselamatan. “Kita dari pihak PT KAI Daop 3 Cirebon telah berupaya melakukan tindakan persuasif dan sosialisasi melalui medsos agar masyarakat tidak melalukan aktivitas di jalur rel,” imbuh Suprapto. (ade gustiana)
 

Laman:

1 2 3
0 Komentar