Mulai Waspada Cuaca Ekstrem

Mulai Waspada Cuaca Ekstrem
0 Komentar

WASPDA HUJAN LEBIH AWAL
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di Indonesia tahun ini akan berlangsung lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk wilayah Pulau Jawa, awal musim hujan diperkirakan akan terjadi pada Oktober atau November 2021 mendatang.
Kendati demikian, BMKG memprakirakan awal musim hujan sebagian wilayah di Indonesia berlangsung lebih awal. Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sesuai dengan prediksi sebelumnya di bulan Agustus yang lalu, sebanyak 14,6 persen di antaranya akan mengawali musim hujan di bulan September 2021 ini. Wilayah-wilayah yang memasuki musim hujan lebih awal itu antara lain Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan.
Sifat hujan selama musim hujan 2021/2022 juga diprakirakan berlangsung normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 244 ZOM (71,4 persen), sejumlah 88 ZOM (25,7 persen) akan mengalami kondisi musim hujan atas normal (lebih basah dari biasanya) dan 10 ZOM (2,9 persen) akan mengalami musim hujan bawah normal.
Sementara itu, terkait dengan fenomena hujan deras yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, BMKG menyatakan kalau salah satu faktornya adalah fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin yang terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan.
MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.
Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO,  sedangkan pada Kelvin skala harian. Sebaliknya, Fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia.
Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah indonesia. Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Berdasarkan kondisi tersebut diuraikan di atas, BMKG memprakirakan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir/angin kencang dalam periode 13-20 September 2021.

0 Komentar