Mulai Waspada Cuaca Ekstrem

Mulai Waspada Cuaca Ekstrem
0 Komentar

Sebagian daerah di Indonesia, termasuk Cirebon, mulai turun hujan. Bahkan sejak Selasa dini hari hingga siang kemarin hujan mengguyur cukup deras. Ada beberapa kejadian saat hujan deras itu. Seperti ruang kelas ambruk di Kabupaten Cirebon hingga heboh ratusan burung mati di halaman Balai Kota Cirebon================RUANG kelas di SDN II Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, ambruk. Selain karena dihajar hujan lebat, kondisi bangunan yang rapuh membuat ruang kelas tersebut tak lagi kuat menahan beban.
Peristiwa tersebut terjadi kemarin sekitar pukul 08.30 WIB. Ruang kelas tersebut memang sudah dikosongkan sejak setahun terakhir karena kondisinya yang sangat mengkhawatirkan.
Menurut Kepala SDN 2 Cangkoak, Suhemi, saat kejadian ia sedang berada di ruang kerjanya. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti truk yang sedang membongkar muatan batu. “Langsung saya keluar langsung dan lihat sekitar sekolah. Ternyata ada ruangan yang ambruk. Beruntung ruangan ini sudah dikosongkan setahun terakhir,” ujarnya kepada Radar.
Bangunan yang ambruk itu, sambung Suhemi, adalah ruang kelas 4 yang sudah lama dikosongkan. Di samping ruangan tersebut, ada ruangan kelas 5 dan kelas 6 yang jadi satu lokal. Kondisi 3 ruangan itu memprihatinkan sehingga sudah lama dikosongkan. “Untuk kelas 4 menempati ruang kelas yang ada, untuk kelas 6 belajar di perpustakaan dan untuk kelas 5 belajarnya di musala dan sebagian di teras,” imbuhnya.
Pihaknya sebenarnya sudah jauh-jauh hari berkoordinasi dengan Disdik Kabupaten Cirebon terkait rencana revitalisasi bangunan tersebut. Dan, rencana perbaikan akan dilaksanakan pada Oktober tahun ini. “Rencananya diperbaiki tahun ini. Kata Disdik nanti Oktober. Sudah beberapa kali disurvei oleh dan memang rencananya akan diperbaiki,” jelas Suhemi.
Sementara itu, Faozan, petugas BPBD Kabupaten Cirebon yang datang ke lokasi itu mengatakan kejadian itu tidak disebabkan oleh bencana hujan lebat maupun angin kencang. Menurutnya, penyebab peristiwa tersebut terjadi karena kondisi bangunan yang sudah sangat rapuh.
“Dari hasil assessment sementara ini bukan karena bencana hujan lebat ataupun angin kencang. Dari keterangan sementara peristiwa ini terjadi karena bangunan sekolah yang sudah sangat rapuh. Tapi, seiring mulai datangnya musim hujan, harus waspada. Yang bangunan tua, rapuh, harus waspada. Lebih hati-hati,” kata Faozan.

0 Komentar