Mulut, Tangan dan Kaki Dilakban

Mulut, Tangan dan Kaki Dilakban
DIEVAKUASI: Mayat korban yang dalam keadaan tangan, kaki dan mulut dilakban dievakuasi oleh polisi. FOTO: ISTIMEWA
0 Komentar

 
 
DUKUPUNTANG – Tiga hari menghilang, Usman (35) ditemukan sudah menjadi mayat di dekat tempatkan kerjanya, galian C CV Manunggal Abadi Blok Pasir Bentang, Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Senin (12/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ditemukan, tangan, kaki dan mulut Usman dilakban.
Usman merupakan penjaga lokasi galian milik CV Manunggal Abadi. Kesehariannya baik itu siang maupun malam, Usman selalu berada di kantor yang jauh dari permukiman penduduk itu. Hanya ditemani dengan radio, Usman dikenal pemberani oleh para petani di daerah tersebut. Pasalnya, lokasi tersebut 1,5 km dari jalan raya. Dari permukiman penduduk pun sangat jauh, dan terhalang oleh persawahan dan bukit.
“Usman belum nikah. Kami menganggap, ia pemberani. Ia jaga sendirian di sini. Malam juga sendirian saja. Kalau saya, meskipun sudah tua, takut karena lokasinya jauh dari rumah warga,” kata Sangid (60) petani setempat.
Sangid mengaku, masih ada hubungan kerabat dengan Usman. Sangid juga sering berkomunikasi dengan Usman. Lantaran sawahnya dekat kantor yang dijaga oleh Usman.
Jumat sebelum Usman dikabarkan hilang, Sangid sempat bertemu dan ngobrol basa-basi. Sabtu siang, ibunya mengabarkan kalau Usman tidak pulang ke rumahnya.
“Sabtu siang, ibunya ke sini cari. Sampai di kantor sekretariat sepi. Hanya radio saja yang nyala dan pintu terkunci. Tapi, saat dicari malah gak ada. Kami juga nyari, sampai jauh ke desa tetangga. Tapi gak ketemu,” beber Sangid.
Setelah dicari ke mana-mana, Usman malah ditemukan tewas di kebon kosong tidak jauh dari kantornya. Bersamaan dengan hilangnya Usman, CPU dan monitor beko turut raib. Sehingga, diduga kuat Usman tewas dibunuh.
“Ditemukan pertama oleh Mastira saat disuruh nyari korban di sekitar tempat kerjanya. Mastira sekarang ada di kantor polisi jadi saksi. Kalau mayat korban informasinya sedang diotopsi,” kata Sangid.
Kapolsek Dukupuntang Iptu Apandi yang dikonfirmasi Radar Cirebon membenarkan adanya penemuan mayat dalam kondisi mulut, kaki, dan tangan yang dilakban di Desa Cisaat. Apandi yang mendapat informasi dari masyarakat langsung mengecek ke TKP.

0 Komentar