Pantai Kejawanan, Suasana Dulu dan Sekarang

pantai-kejawanan
Kondisi Pantai Kejawanan yang tidak lagi dikunjungi wisatwan. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Deru ombak terdengar kian berat. Tak ada lagi yang menyawang sambil meneguk secangkir kopi sasetan –memandang ke arah matahari terbenam. Kayu pada lapak kopi ikut berdebu. Seolah berisyarat: Pantai Kejawanan kini tak seindah dulu.

ADE GUSTIANA, Cirebon
 PANTAI Kejawanan kini mati suri. Belum tahu kapan akan hidup kembali. Salah satu yang jadi korban Covid-19. Hingga sekarang belum beroperasi. Entah beroperasi seperti apa yang dimaksud. Yang jelas, selama banner kunjungan itu belum dicabut, wisata belum buka. Itu yang disampaikan security setempat.
Padahal sejak dulu masih seperti itu. Siapapun yang masuk, silakan saja. Hanya perlu membunyikan klakson pada security yang berjaga di pintu masuk Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan itu. Agar terkesan sopan dan terlihat tidak dicurigai. Di portal pintu masuk itu juga banner dipasang. Parkir juga gratis. Sayangnya saat ingin pulang dimintai uang Rp3.000.
Destinasi yang biasa orang kunjungi adalah bibir pantai yang banyak lapak pedagangnya itu. Kemarin, lapak itu masih ada. Namun tidak dengan penghuninnya. Apalagi pengunjung. Tak tampak. Hanya tampak jelas sisa aktifitas mereka. Yaitu sampah plastik yang berserakan.
Lapak-lapak kayu itu tak terurus. Berserakan di mana-mana. Sudah sekitar 7 bulan ditinggal pemilik. Karena ganasnya “berita” corona saat itu. Bahkan atap tenda beberapa roboh. Dibiarkan. Tak ada atau belum ada yang peduli. Antara belum tahu atau sedang merencanakan sesuatu.
Kemarin tempat itu sepi. Hanya ada beberapa orang yang sedang memperbaiki akses jalan menuju lokasi ini. Kebetulan laut sedang pasang. Air meluber hingga bagian bawah lepak-lapak pedagang itu. Tak jauh, kamar bilas tak kalah tidak terurus. Vandalisme ada di setiap dinding yang terjangkau untuk disentuh.
Di dalamnya ada toren air besar. Kamar mandi. Kamar ganti pakaian. Semua lengkap. Semua juga tak terurus. Rumput liar yang tumbuh seperti jadi saksi. “Ada SE Dirjen PT yang meminta untuk menutup sementara wisata bahari di kawasan pelabuhan perikanan,” ujar Kepala PPN Kejawanan Cirebon Bagus Oktori Sutrisno, kemarin.

0 Komentar