Pemda Diminta Intens ke RT-RW

Pemda Diminta Intens ke RT-RW
0 Komentar

JAKARTA– Pemerintah daerah diminta memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tingkat RT/RW. Sehingga diharapkan bisa menekan laju penyebaran Covid-19.
“Kita harapkan kepemimpinan unsur pemerintah yang terdepan, yaitu para kepala desa dan lurah, agar bisa menyampaikan program PPKM skala mikro kepada ketua RT dan RW,” tegas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Jakarta.
Hal itu disampaikan karena masih banyak ketua RT yang tidak mendapatkan sosialisasi tentang PPKM skala mikro. Sehingga tak paham apa yang harus dilakukan dalam mengatasi Covid-19. Menurutnya, pemerintah telah berusaha keras untuk bisa memberikan informasi secara masif tentang PPKM skala mikrot.
Penerapan kebijakan tersebut, lanjut Doni, merupakan strategi yang sangat baik untuk bisa menekan laju kasus Covid-19. Terutama di skala mikro. “Sebab penularan yang cukup tinggi dari klaster keluarga. Dan ini tidak hanya di perkotaan. Tetapi juga di daerah pedesaan,” imbuhnya.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran bagi desa dan kelurahan untuk dapat mensosialisasikan PPKM skala mikro kepada warganya masing-masing. Dikatakan, jika masyarakat menemukan ada ketua RT/RW yang belum mendapat sosialisasi tentang pelaksanaan PPKM mikro, diharapkan bisa menginformasikannya kepada Satgas Covid-19.
“Jadi tolong bisa diinfokan ke Satgas RT-nya, di desa apa atau di mana, kelurahan apa. Sehingga nanti kami bisa mengingatkan satgas mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan juga satgas di tingkat kecamatan untuk turun lebih optimal ke tengah masyarakat. Khususnya ketua RT dan RW,” pungkas mantan Danjen Kopassus ini.
Sebelumnya Presiden Jokowi mengungkapkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan dengan lingkup yang lebih kecil. “Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun. Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi. Kasus aktif juga kalau kita ingat. Mungkin tiga minggu yang lalu. Masih di angka-angka 14 ribu bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir ini, sudah di 8 ribu-9 ribu,” kata Jokowi dalam rekaman video perbincangan Presiden dengan pemimpin redaksi media nasional di Jakarta, Sabtu (20/2).

0 Komentar