Pencuri Bobol Gudang Rotan

Pencuri Bobol Gudang Rotan
OLAH TKP: Anggota Unit Reskrim Polsek Plered melakukan olah TKP di gudang CV Primadona Rattan. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

 
 
CIREBON – Salah satu gudang rotan yang berada di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon dibobol maling. Akibatnya, 11 jenis barang yang ada di dalam gudang CV Primadona Rattan raib. Pelaku diduga lebih dari satu orang.
Pencurian itu diketahui kali pertama oleh pemilik gudang bernama Sarip alias Frans (36), Minggu (5/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Hari itu sedang libur, tidak ada aktivitas di dalam gudang.
Sarip mengajak istrinya mampir ke gudang sekitar pukul 14.00 WIB. Selama sejam korban di dalam gudang masih belum sadar, kalau beberapa barangnya hilang.
Setelah salat Ashar, Sarip hendak melihat pintu belakang. Ia kaget, grendel dan gembok sudah dalam kondisi tercongkel separuh. Ia kemudian hendak mengambil palu yang biasa diletakkan di samping mesin pompa air. Ternyata, pompa air sudah hilang.
Saat itu Sarip baru sadar kalau gudangnya telah disantroni maling. Ia langsung mengecek semua barang yang ada di gudang. Benar saja, sejumlah peralatan yang masih dalam kondisi baru lenyap. Seperti mesin serut, Sanyo, gerinda, empat  bor dengan jenis yang berbeda-beda, mesin ampelas, tabung gas, soket colokan Sanyo, dan golok.
Untungnya, ruang kantor yang berisi barang berharga dan juga motor tidak dicuri oleh kawanan maling. “Sepeda motor, netbook, komputer PC, kulkas dan dispenser yang ada di dalam kantor tidak diambil. Untungnya pelaku tidak masuk ke kantor kerja saya. Jadi barang berharga masih haman,” ujarnya.
Sarip langsung menghubungi RT setempat dan mengecek ulang barang apa saja yang hilang. Setelah diteliti lagi, ternyata ada bekas orang memanjat di bagian belakang. Ada congkelan di tembok dan juga jejak kaki yang menempel di meja yang terletak di samping pintu belakang.
“Kemungkinan besar, pelaku masuk dari belakang gudang. Bekas yang ditinggalkan ada jejak kaki di meja. Sepertinya, pelaku melepaskan sendal lalu memanjat tembok semi permanen, jadi banyak yang terkelupas. Terus ada juga bekas congkelan pintu, kemungkinan pake golok karena di TKP goloknya hilang satu. Pelakunya lebih dari satu orang,” paparnya.

0 Komentar