Penerapan PSBM, Sejumlah RW di Kota Cirebon Bentuk Satgas Covid-19

psbm-karanganom-pegambiran-kota-cirebon
Akses masuk RW 08 Karanganom yang ditutup untuk mempermudah pengawasan warga yang keluar masuk. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

“Di jalan itu memang ada satu keluarga yang dinyatakan positif. Mereka melakukan isolasi mandiri, karena kondisi kesehatannya alhamdulillah baik. Tapi untuk mengurangi kegiatan warga yang tidak perlu, maka jalannya ditutup sementara,” ungkapnya.
Sementara terkait dengan pembentukan Satgas Pengendalian Covid-19, Gunawan mengatakan, peresmiannya akan dilakukan di kelurahan. Bersama dengan RW-RW lain di Pegambiran yang terdampak.
“Memang rencananya akan diresmikan Senin (hari ini). Akan digabung dengan RW lain,” pungkasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan Pusat Data dan Informasi Covid-19 Kota Cirebon, hingga Minggu (27/9) kemarin, terdapat penambahan kasus pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Ada 2 kasus baru yang tercatat.
Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Cirebon, dr Sri Laelan Erwani MKes mengatakan, dua kasus baru berasal dari Keluarahan Larangan. Keduanya adalah pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia 26 tahun dan 44 tahun.
“Dengan tambahan 2 kasus baru, sehingga total pasien positif di Kota Cirebon mencapai 225,” ungkapnya.
Untuk yang masih menjalani isolasi, totalnya sebanyak 70 pasien. Bertambah 6 dari yang sehari sebelumnya berjumlah 64 pasien. Sementara pasien yang telah selesai menjalani isolasi atau dinyatakan sembuh, tercatat mengalami penambahan sebanyak lima kasus.
Untuk kasus meninggal dunia, total ada 15 pasien. Bertambah satu orang. Laelan juga menjelaskan, dukungan moril masyarakat kepada warga yang terkonfirmasi positif maupun yang sudah sembuh, memiliki peranan penting. Sebaliknya, adanya pengucilan kepada pasien Covid-19 membuat pasien mengalami guncangan psikis, yang dikhawatirkan justru akan memperburuk kondisinya.
Dukungan moril dari lingkungan sekitar justru yang membuat proses penyembuhan pasien semakin cepat. Khususnya dari keluarga dekatnya. “Kalau memang dia punya tempat isolasi yang representif, dan kondisinya OTG, lebih baik isolasi mandiri saja di rumahnya. Dia bisa makan-makanan yang dia suka. Masih bisa berinteraksi dengan keluarga, walaupun dengan sangat terbatas. Tapi dukungan itu yang membuat pasien sembuh lebih cepat,” ungkapnya.
Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak takut dengan pasien positif yang menjalani isolasi di rumah. Saat ini, Covid-19 sendiri telah banyak menyasar keluarga. Seseorang yang tertular dari aktivitasnya di luar rumah, kemudian membawanya ke lingkungan keluarga. (*)

0 Komentar