Penerapan PSBM, Sejumlah RW di Kota Cirebon Bentuk Satgas Covid-19

psbm-karanganom-pegambiran-kota-cirebon
Akses masuk RW 08 Karanganom yang ditutup untuk mempermudah pengawasan warga yang keluar masuk. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

Sejumlah RW di Kota Cirebon, khususnya Kelurahan Pegambiran yang tercatat sebagai salah satu zona merah, telah membentuk Satgas Pengendalian Covid-19. Satgas Pengendalian Covid-19 tingkat RW, nantinya akan bertugas melakukan pemeriksaan terhadap ke luar masuknya warga ke lingkungan mereka.

KHOIRUL ANWARUDIN, Cirebon
DI RW 05 Kejawanan, sejumlah orang aktif menjaga gerbang masuk. Setiap orang yang hendak pergi atau keluar, diperiksa menggunakan thermo gun. Bagi yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius, tak diperkenankan untuk masuk. Selain itu, warga yang tak menggunakan masker juga tidak diperkenankan untuk masuk.
Salah satu warga, Ari mengatakan, pihaknya memeriksa setiap orang yang datang menjadi salah satu tugas mereka. Sebagai bagian dari Satgas Pengendalian Covid-19. Ia sendiri mengaku sukarela untuk melakukan tugas tersebut.
“Kalau kita sih suka rela saja. Karena peduli. Supaya nggak ada lagi warga Kejawanan yang tertular. Tapi kalau pemuda-pemuda, ya ada yang disuruh,” ungkap Ari yang menjaga salah satu gerbang masuk gang dengan warga lainnya, Haidir, kemarin.
Ketua RW 05 Kejawanan, Rahmat mengatakan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di wilayahnya sudah dilakukan lebih dari seminggu. Untuk mendukung program tersebut, diperlukan Satgas yang bertugas mendukung program penerapan protokol kesehatan di wilayahnya itu.
“Sayangnya, kita masih terkendala dengan peralatan. Thermo gun cuma ada satu yang dikasih sama ibu Wakil Walikota. Padahal gerbang kita ada 3. Jadi hanya satu gerbang yang dijaga. Yang duanya ditutup,” ungkap Rahmat.
Walaupun kini sudah tak ada lagi pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di lingkungan rumahnya, namun penerapan PSBM masih diperlukan.
“Kita masih tetap berjaga-jaga. Walaupun sekarang warga kami yang positif sudah menjalankan isolasinya di rumah sakit,” ungkapnya.
Rahmat melanjutkan, selain melakukan penjagaan di gerbang masuk, Satgas Pengendalian Covid-19 juga bertugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Serta melakukan sosialisasi terkait pentingnya melakukan protokol kesehatan.
Sementara itu, Ketua RW 08 Karang Anom, Gunawan mengatakan, adanya pasien positif membuat pihaknya memutuskan untuk menutup salah satu jalan masuk ke wilayahnya. Hal itu dilakukan, untuk mengurangi aktivitas warga. Sehingga, potensi penyebaran Covid-19 menjadi berkurang.

0 Komentar