Perawatan Kecantikan Putri Keraton Cirebon dengan Menggunakan Prodak Kosmetik Air Mawar dan Boreh Beserta Definisi Boreh Beserta Manfaat Perawatan Kulit Menggunakan Boreh Menurut Dr. Sepriani Timurtini Limbong

Boreh
Perawatan Kecantikan Putri Keraton Cirebon
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID – Artikel Berikut ini Akan Membahas Tentang Perawatan Kecantikan Putri Keraton Cirebon dengan Menggunakan Prodak Kosmetik Air Mawar dan Boreh Beserta Definisi Boreh Beserta Manfaat Perawatan Kulit Menggunakan Boreh Menurut Dr. Sepriani Timurtini Limbong

Air Mawar dan boreh sudah menjadi peranan yang sangat penting untuk perawatan kecantikan putri Keraton Cirebon dan sudah digunakan sejak zaman dahulu kala.

Lulur yang dibuat dengan bahan alami tersebut, masih digunakan sampai dengan saat ini.

Baca Juga:Yuk Intip 4 Rekomendasi Primer Lokal yang Wajib Kamu Coba!Wajib Tahu 5 Trik Makeup Agar Lipstik Anda Awet Seharian, Tanpa Perlu Capek Retouch Kembali

Terutama untuk ritual khusus untuk Maulid Nabi Muhammad SAW atau Muludan.

Air Mawar disimbolkan sebagai air ketuban saat seorang perempuan hendak melahirkan.

Kemudian lulur yang dibuat, biasa digunakan untuk perawatan dan pemulihan pasca melahirkan.

Hal yang menarik adalah pembuatan kosmetik tradisional untuk keperluan ritual Muludan tersebut, dibuat jauh-jauh hari.

Misalnya boreh, proses pembuatannya sudah dilakukan sejak pekan ini. Ada bahan-bahan alami seperti bubuk kayu cendana dan lainnya.

Kemudian gaharu yang ditumbuk dan dijadikan menjadi serbuk. Ini merupakan bagian dari campuran pembuatan boreh.

Selain itu, ada juga bahan ritual lainnya. Yakni, proses pembuatan Nasi Jimat misalnya. Dilakukan dengan cara mengupas beras utuh. Tradisi ini dulu dilakukan oleh perawan sunti.

Baca Juga:Ini Dia 5 Daun Penghilang Flek Hitam yang Bikin Wajah Anda Semakin Glowing Secara Alami, yang Wajib Anda Coba dan KetahuiSudah Pasti Terbukti Aman! Anda harus Mengenal Produk Kelly Compact Powder yang Harganya Cuma Rp10 Ribuan Saja

Namun, karena sudah tidak ada lagi perawan sunti di lingkungan keraton, sehingga diganti oleh ibu-ibu yang sudah menopouse atau tidak menstruasi lagi.

Menariknya, beras untuk Nasi Jimat tersebut dikupas satu per satu sembari membaca salawat dan dimasak dengan minyak kelapa.

Selain mempersiapkan lauk pauk dan Nasi Jimat, juga ada persiapan bahan untuk pelaksanaan ritual.

Misalnya penyediaan air mawar yang merupakan bagian dari arak-arakan saat Panjang Jimat dilaksanakan.

Bukan tanpa arti, air mawar melambangkan air ketuban, karena ibu yang melahirkan diawali dari proses ini.

Seluruh barisan dalam pelaksanaan tradisi Panjang Jimat memang memiliki simbolisasi yakni proses kelahiran Nabi Muhammad SAW.

0 Komentar