Pusing Ka-Li-Mi-Cin

dahlan-iskan
0 Komentar

Obat itu tanggal persetujuannya baru: 26 Maret 2020. Video itu diambil dari siaran resmi TV nasional di Tiongkok. Hampir semua TV di sana adalah milik pemerintah. Selebihnya milik partai komunis –yang memerintah. Setengah mati saya mencari ejaan latin dari obat itu. Saya tebak saja dari bunyi huruf-huruf itu: Kalimicin.
Oh… mungkin Calimycin. Atau Colimycin. Saya cari di Google dua kata itu. Ketemu. Tapi bukan itu yang dimaksud. Memang Calimycin nama obat, tapi bukan produksi Tiongkok. Kegunaannya juga beda. Berbagai simulasi-kata saya reka-reka lagi. Gagal lagi.
Teman saya di Tiongkok pun hanya tahu nama obat itu dalam huruf Mandarin. Tidak tahu apakah padanannya dalam huruf latin. Sehari penuh, dua hari lalu, waktu saya habis untuk menebak-nebak nama obat itu dalam huruf latin. Maklum saya bukan dokter. Pengetahuan saya terbatas.
Bunyi hurufnya sih pasti: ka-li-mi-cin. Empat huruf. Atau empat suku kata. Tapi kok tidak ada yang cocok. Akhirnya ketemu: Carrimycin. Itulah nama obat baru untuk Covid-19. Yang sudah dipakai di 9 rumah sakit di 9 kota di Tiongkok. Di sembilan rumah sakit itu pula uji klinis sudah dilakukan.
Sejak awal Februari lalu. Terhadap 500 lebih relawan. Yang berumur antara 18 sampai 70 tahun. Semua relawan uji coba itu harus penderita Covid-19. Mereka dibagi dalam banyak kelompok. Ada kelompok umur. Ada kelompok jenis kelamin. Ada pula kelompok stadium sakitnya: ringan, sedang, dan berat.
Akhirnya pemerintah memberikan persetujuan. Kok begitu cepatnya. Mengapa? Karena ini bukan obat penemuan baru. Ini penemuan lanjutan. Obat Carrimycin sudah ditemukan bulan Juni tahun lalu. Waktu itu belum ada Covid-19. Carrimycin ditemukan untuk penanganan bakteri dan infeksi. Juga untuk melawan kanker.
Tapi karena ada Covid-19 dilakukan review. Apakah bisa untuk Covid-19. Banyak lagi obat lama yang juga di-review. Termasuk Hydroxychloroquine tadi. Pemerintah Tiongkok akhirnya memutuskan bahwa Carrimycin resmi masuk dalam daftar 10 obat tadi. Carrimycin dinilai efektif untuk Covid-19.
Carrimycin pun mulai diproduksi di Shanghai. Obat baru ini berbeda dengan yang ditemukan jenderal wanita Prof. Chen Wei itu. Yang sekarang sudah memasuki uji klinis terhadap orang-orang sehat di Wuhan. Yang ditemukan Prof Chen Wei adalah vaksin. Obat suntik. Untuk orang sehat. Agar yang masih sehat tidak terkena Covid-19. Sedang Carrimycin adalah pil untuk yang sakit. Agar sembuh.

0 Komentar