Refleksi 654 Tahun Cirebon, Mahfuz Sidik Dorong Perbaikan dan Percepatan Pengembangan Kota

cirebon
Forum Pemred Cirebon menggelar diskusi publik dengan menghadirkan Tokoh Inspiratif Cirebon Irjen Pol (Purn) Dr Drs Agung Makbul SH MH dan Sekjen DPN Partai Gelora, Drs H Mahfuz Sidik MSi (kanan), akhir pekan kemarin. Foto: Abdullah/Radarcirebon.id
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID-Forum Pemimpin Redaksi Cirebon menggagas diskusi publik yang secara spesifik membahas mengenai refleksi 654 tahun umur Cirebon antara tantangan dan harapan, Sabtu (29/7), di WD Koffe.

Untuk membedah tantangan dan harapan Cirebon di usianya yang ke-654 ini, Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Cirebon menghadirkan Tokoh Inspiratif Cirebon Irjen Pol (Purn) Dr Drs Agung Makbul SH MH dan Sekjen DPN Partai Gelora, Drs H Mahfuz Sidik MSi.

Sekjen DPN Partai Gelora, Drs H Mahfuz Sidik MSi lebih gamblang melihat kondisi Cirebon di usianya yang ke-654 ini.

Baca Juga:Semakin Dekat dengan Masyarakat, Bupati Cirebon Salurkan Rutilahu hingga Sembako saat Mudun BarengGunakan Air Mawar Viva sebelum Tidur, Pas Bangun Pagi Wajahmu Sudah Glowing, Begini Caranya!

Saat ini, kata Mahfuz, Kota Cirebon bukan lagi waktunya berbicara apa masalah yang ada, tetapi harus mulai membicarakan pengembangan apa yang dilakukan di Kota Cirebon.

Mantan anggota DPR RI dapil Cirebon-Indramayu selama tiga periode ini membeberkan fakta objektif mengenai Cirebon yang sudah berusia 654 tahun namun

Dari sisi pendapatan asli daerah (PAD), ungkap Mahfuz, baru sepertiga dari keseluruhan APBD yang berada di angka Rp1,4 triliun.

“Jadi di usia 654, Kota Cirebon masih menyusu, masih disubsidi oleh pusat dan subsidinya lebih besar dari pendapatannya,” tegasnya.

Jadi, lanjut Mahfuz, di usia yang ke-654, Kota Cirebon butuh dua kata kunci, yakni perbaikan dan percepatan. ”Dua kata kunci yang dibutuhkan Kota Cirebon kedepan adalah perbaikan dan percepatan,” tandasnya.

Mahfuz menyinggung program presiden Jokowi sejak awal menjabat sebagai presiden periode pertama sudah menggagas pengembangan tol laut, dimana Kota Cirebon punya potensi pelabuhan.

“Ketika komunikasi politik kepala daerah dengan pemerintah pusat berjalan, itu bisa menjadi pintu masuk kemajuan Kota Cirebon, dan waktu delapan tahun cukup bagi kota Cirebon melakukan pengembangan kemajuan Kota Cirebon. Namun komunikasi politik ke pusatnya tidak berjalan dengan baik sehingga waktu 8 tahun menjadi sia-sia dan itu menjadi kerugian bagi Kota Cirebon. Justru kepala derah di tempat lain yang mampu menangkap peluang itu daerahnya menjadi maju,” bebernya.

0 Komentar