Sana-sini Banjir

Sana-sini Banjir
0 Komentar

Sana-sini banjir. Terjadi di Kota Cirebon kemarin. Jalan Cipto Mangunkusumo, Terusan Pemuda, Ciremai Raya, dan masih banyak lagi lokasi lainnya. Termasuk beberapa pemukiman warga. Di beberapa lokasi, hujan lebat dan banjir pas jam bubaran sekolah. Jadinya komplit; dapat banjir plus macet!
===================
PANTAUAN Radar Cirebon, salah satu titik banjir adalah Jalan Cipto Mangunkusumo. Ketinggian air mencapai 60 cm.
Kondisi serupa terjadi di Terusan Pemuda. Ketinggian air mencapai 50-80 cm yang membuat sejumlah kendaraan terjebak. Puluhan kendaraan, baik roda dua dan empat dari arah Jalan Perjuangan mengalami antrean cukup panjang.
“Hujannya besar banget. Apalagi tadi juga pas bubaran anak sekolah, jadi macetnya lumayan panjang,” ujar Rudi, salah seorang pengendara yang melintas di Jalan Perjuangan.
Banjir juga tejadi di sejumlah ruas jalan lain. Seperti By Pass Brigjen Dharsono, Jalan Sudarsono, Jalan Pemuda, Jalan Sutomo, Jalan Evakuasi, Jalan Nyi Mas Gandasari, Jalan Gudang, Jalan Talang, Jalan Pramuka, hingga Jalan Ciremai Raya.
Sjumlah pemukiman warga juga terpantau tergenang banjir. Di antaranya RW 08 Suradinaya Selatan, Kelurahan Pekiringan, RW 12 dan RW 10 Kelurahan Pekalipan, RW 5 Kelurahan Pulasaren serta RW 1, 2, 5, 6 dan 10 Kelurahan Harjamukti. Setidaknya ada 240 rumah yang dilaporkan tergenang.
“Rata rata ketinggian air mencapai 60 sampai dengan 70 cm. Sementara ketinggian air yang masuk rumah warga itu 10 sampai dengan 30 cm,” ungkap Gandi, Camat Pekalipan.
Selain itu, banjir juga menyebabkan sejumlah pemukiman di Perumnas Harjamukti tergenang. Di antaranya adalah Jalan Perumnas Gunung Semeru dan sekitarnya.
Diketahui, air mulai masuk dan menggenangi rumah-rumah warga saat hujan deras mengguyur Kota Cirebon menjelang ashar kemarin.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat telah mengingatkan tiga wilayah di Provinsi Jawa Barat untuk bersiaga dan belasan kabupaten/kota lainnya harus waspada atas dampak hujan lebat dalam dua hari, yakni 24-25 Oktober 2022.
Sejumlah dampak perlu diwaspadai dan menjadi perhatian masyarakat. Mulai dari kejadian longsor, guguran bebatuan atau erosi, hingga peningkatan volume aliran sungai yang bisa saja sewaktu-waktu terjadi.

0 Komentar