TBC dan HIV Sebabkan Masalah Kesehatan Terbesar di Dunia

TBC dan HIV Sebabkan Masalah Kesehatan Terbesar di Dunia
0 Komentar

Tuberkolosis (TBC) jadi ancaman mengerikan deretan penyakit menular. Sebabkan masalah kesehatan terbesar kedua setelah HIV/Aids. Sama-sama perlu diteksi sejak dini. Minimal untuk bisa dicegah. Sebelum jadi malapetaka.ADE GUSTIANA, Cirebon
 
TBC perlu penanganan serius. Karena itu skrining penyakit yang menyerang organ paru ini dilakukan. Di ruang publik: Stasiun Cirebon, Rabu (15/6). Satu per satu pegawai KAI menjalani pemeriksaan. Diikuti porter stasiun. Termasuk bagi penumpang dan masyarakat sekitar. Tak perlu pikir biaya. Gratis.
Setelah tahu hasil, langkah selanjutnya bisa diambil. Antara berobat rutin atau perasaan lega karena terhindari dari penyakit -data dari Kementerian Kesehatan- yang menempati peringkat ketiga setelah India dan China. Yakni dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam. TBC juga sebabkan masalah kesehatan terbesar kedua setelah HIV/Aids.
Skrining tersebut bagian dari program Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC atau disingkat TOSS TBC. Bertajuk Investasi untuk Eliminasi TBC Selamatkan Bangsa. Sebanyak 6 tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Nelayan yang berlokasi di Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, dilibatkan. Sekitar 200 orang di hari itu menjalani skrining TBC.
Ini adalah program pendekatan dengan menyentuh lapisan masyarakat atau pegawai di lapangan. Dilakukan dengan cara menemukan, mendiagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien Tuberkolosis.
“Pertama, temukan gejala di masyarakat. Kedua, obati TBC dengan tepat dan cepat. Ketiga, pantau pengobatan TBC sampai sambuh,” tutur Manager Humas Daop 3 Cirebon Suprapto.
Sementara data komulatif temuan kasus HIV-Aids di Kabupaten Cirebon per April 2022 mencapai 2.653 kasus. Sebanyak 1 kasus HIV, menurut standar WHO, 1 berbanding 100 sampai 200. Artinya, di balik 1 kasus yang terungkap dimungkinkan ada 100 sampai 200 kasus yang belum ditemukan.
Tak bisa dipungkiri, penanggulangan HIV-Aids di masa pandemi Covid-19 nyaris luput dari perhatian kebanyakan orang. Padahal penularan virus yang belum ditemukan obatnya ini masih menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan generasi manusia.
Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dibantu Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dan NGO melakukan sejumlah akselerasi kegiatan guna tetap memenuhi pendampingan terhadap komunitas berisiko tinggi dan penderita HIV-Aids itu.

0 Komentar