Usai Tangani Pasien Terindikasi Covid-19, Ada 21 Petugas Medis RS Ciremai Diisolasi

CIREBON– Sebanyak 21 petugas medis Rumah Sakit (RS) Ciremai Kota Cirebon kini berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Itu setelah mereka melakukan pemeriksaan terhadap pasien terindikasi tertular Covid-19. 21 OTG itu terdiri dari dokter jaga, perawat IGD, dan perawat di Ruang ICU. Mereka kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Pasien yang ditangani berusia 70 tahun yang terindikasi tertular virus corona atau Covid-19. Pasien ini meninggal dunia setelah dilakukan perawatan di rumah sakit yang berlokasi di Jl Kesambi, Kota Cirebon, tersebut. Sejak kemarin informasi terkait pasien ini beredar secara luas melalui grup WhatsApp.
Radar Cirebon kemudian melakukan konfirmasi kepada Kepala RS Ciremai Mayor CKM dr Andre Novan. Kepada koran ini, Andre lalu mengatakan pasien terindikasi tertular Covid-19 itu dibawa pihak keluarga ke RS Ciremai pada Selasa (14/4) sekitar pukul 09.00. Saat itu pasien dalam keadaan tak sadarkan diri.
Namun, lanjutnya, pihak keluarga tidak menyampaikan secara detail riwayat berpergian dan interaksi korban. Hanya menyampaikan bahwa pasien telah terjatuh lalu pingsan. “Setelah informasi digali, tidak menyatakan ke arah sana (riwayat berpergian dan interaksi pasien, red),” ujar Andre, Minggu (19/4).
Mengetahui itu, petugas jaga/skrining di Posko Covid-19 yang berada di halaman RS Ciremai membawa korban ke Ruang IGD, tanpa curiga yang bersangkutan telah tertular. Kemudian Rabu (15/4) dini hari sekitar pukul 00.15 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Andre mengaku tidak mengetahui detail kejadian saat itu. Termasuk riwayat berpergian atau interaksi korban. “Hanya saja, pasien ini sempat berinteraksi dengan pasien positif Covid-19. Awal-awal pada saat masuk IGD, yang lain itu tidak tahu (kalau pasien pernah berinteraksi dengan pasien positif Covid-19, red). Tapi setelah di ICU, baru tahu,” jelasnya.
Pihak RS mengetahui itu setelah menggali informasi terus menerus kepada keluarga pasien. Saat menangani pasien di IGD, kata Andre, petugas medis menggunakan standar keamanan level 2. Seperti masker N95, namun tidak APD lengkap dengan hazmat, layaknya di ruang isolasi. Hal itu telah mengacu pada standar keamanan di IGD yang memang tidak diperuntukan bagi pasien menular seperti Covid-19.

Komentar