VIRAL! Pengendali Api saat Kebakaran Pabrik Busa Arjawinangun Tadi Malam

Pengendali Api
Pengendali Api beraksi saat terjadi kebakaran pabrik busa di Arjawinangun Kab Cirebon Senin malam (27/2). Foto: WhatsApp/Akbar -radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – VIRAL. Pada saat terjadi kebakaran pabrik busa di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon tadi malam (27/2) ada pengendali api.

Sebuah video yang terekam di status WA Akbar tersebut memperlihatkan ada seorang yang tengah berdiri di atas genting dan melakukan gerakan memutar-mutar tangan seperti pengendali api.

Kelakuan pengendali api tersebut lantas membuat geger rekan-rekan Akbar.

Belum diketahui siapa orang yang melakukan itu dan maksud dari gerakan itu untuk apa. Sementara api masih terus berkobar.

Baca Juga:Pembangunan IKN Nusantara Dikebut, Gandeng Investor Negeri SakuraBUNGA NOL PERSEN, KUR 2023 Dibuka, UMKM Segera Lengkapi Persyaratannya

Seperti diketahui, Kebakaran hebat terjadi Senin malam (27/2) di pabrik busa di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Api mulai membakar pabrik busa tersebut sekitar pukul 19.50 WIB.

Api membumbung tinggi membakar seisi pabrik busa yang berlokasi di pinggir Jalan Raya By Pass Arjawinangun, Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, itu.

Api semakin membesar ketika membakar bahan busa yang mudah terbakar.

Ditambah lagi ada bahan tiner, membuat bunyi ledakan terdengar berkali-kali. “Ledakan dari tiner,” sebut salah satu saksi bernama Ahmad.

Satu per satu armada pemadam kebakaran juga didatangkan ke lokasi kejadian.

Lebih dari tiga armada pemadam kebakaran, bolak-balik mengisi air dan mencoba melakukan pemadaman pada api yang membakar seisi pabrik busa itu.

Namun upaya itu belum membuahkan hasil, karena api yang makin membesar dan belum terkendali.

“Sudah dua jam lebih kebakaran, tapi api masih membungbung tinggi,” kata Manto, salah satu saksi saat dikonfirmasi Radar Cirebon, sekitar pukul 22.00.

Baca Juga:OH TERNYATA, Guru Honorer Lulus PG P1 Kantongi Alasan dan Jadwal PPPK Guru TerbaruHarganya Fantastis, Uang Kuno Koin Rp1.000 Kelapa Sawit Diburu

“Soalnya di dalam pabrik ada bahan busa, tiner, minyak. Pokoknya yang mudah terbakar ada semua. Makanya api masih tinggi dan belum juga padam,” katanya.

Untungnya, lokasi pabrik busa tersebut jauh dari pemukiman penduduk.

Namun demikian, petugas pemadam kebakaran tetap memperioritaskan pemadaman yang dekat dengan beberapa titik perumahan warga agar tidak merembet.

0 Komentar