RADARCIREBON.ID – Soal polemik akuisisi PSIT, Asep Sholeh Fakhrul Insan akhirnya angkat bicara.
Ada pihak yang menyoal akuisisi PSIT yang dilakukan antara Asep dengan Edi Suripno. Pihak yang menyoal akuisisi itu adalah Direktur PT Puma Aljun Abadi, Papap Aljun Hendro.
Nah, dikonfirmasi Radar Cirebon, Asep mengaku akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke pengurus PSIT sebelumnya.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
“Yang pertama, saya akan konfirmasi dulu ke pengurus lama sejauhmana PSIT kemarin dengan pihak Aljun. Sepengetahuan kami memang Aljun pernah meminjam bendera PSIT. Nah itu MoU-nya seperti apa,” kata Asep saat dihubungi Radar Cirebon melalui sambungan telepon selular.
Asep menjelaskan, pekerjaan sebelum diakuisisi masih tanggungjawab pengurus lama PSIT.
“Tetap nanti kami komunikasi saja, itu sih gak apa-apa. Perlu diketahui, kalau MoU dengan akta itu sangat berbeda. MoU itu nota perjanjian, sedangkan akta itu legal standing untuk kepemilikan. Kalau bicara cacat hukum, itu tidak. Karena memang kita lakukan dengan perubahan akta notaris, perubahan saham dari pengurus lama kepada kami. Hasil berita acaranya juga ada dan sudah dicatatkan oleh notasris legalnya,” jelasnya.
Asep pun menegaskan bahwa PSIT Cirebon sudah sah miliknya. “Ia benar sudah sah. Karena berita acara rapat pemilihan dan pemindahan hak juga sudah dilakukan. Dan itu semua sudah ditandatangani di hadapan notaris,” tegasnya.
Asep juga mengaku ada informasi bahwa selama ini Aljun selalu support PSIT.
“Memang ada informasi Aljun pernah menggunakan PSIT, MoU penggunaan bendera PSIT untuk turnamen tertentu. Tapi, saya dan pengurus lama tinggal duduk bareng saja lah. Mungkin ini ada miskomunikasi saja. Tapi kalau MoU menggunakan bendera PSIT, tinggal kita lihat sampai kapan Aljun menggunakan bendera PSIT,” pungkas Asep. (rdh)
