RADARCIREBON.ID – Untuk membantu menekan harga kebutuhan pokok selama Ramadan, Polres Cirebon Kota (Ciko) menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Kebon Pelok, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut disambut antusias warga. Ribuan masyarakat memadati lokasi sejak siang hari dan rela mengantre cukup lama demi mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Salah seorang warga Argasunya, Ulfa (43), mengaku telah datang sejak pukul 14.00 WIB. Ia berniat membeli sejumlah kebutuhan pokok yang dijual di stan kegiatan tersebut. Namun, ia tidak kebagian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) karena stok habis.
Baca Juga:Heboh Pembongkaran Bangunan TK, Kuwu Guwa Kidul Klaim Sudah Ada Kesepakatan untuk Dibangun KDMPBuka Puasa Tematik dengan Hadiah Tabungan Umrah
“Saya sudah satu jam antre, tapi berasnya habis. Saya dapat minyak dan telur, lumayan lebih murah. Telur satu kilogram Rp28.500, di warung biasa Rp31.000. Minyak dua liter Rp29.000, kalau di warung satu liter Rp17.000,” ujarnya.
Irwasda Polda Jawa Barat Kombes Pol Benny Subandi mengatakan, gerakan pangan murah digelar untuk membantu masyarakat Kota Cirebon memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Ada 15 stan di Cirebon. Tadi saya melihat dan mendengar langsung, untuk harga cabai memang tinggi, tetapi dibandingkan harga pasar, di sini lebih murah. Termasuk ayam dan beras,” katanya.
Ia menjelaskan, beras yang dijual merupakan beras SPHP dari Bulog dengan harga Rp11.000 per kilogram sesuai ketentuan tanpa tambahan harga.
“Kita tidak menambah harga. Alhamdulillah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya Cirebon,” ujarnya.
Menurut Benny, kegiatan tersebut diharapkan membantu masyarakat menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Polda Jawa Barat berencana melaksanakan kegiatan serupa setiap dua minggu sekali secara bergiliran di 23 polres jajaran Polda Jawa Barat.
“Kita punya 23 polres dan akan bergilir. Harapannya bisa membantu menekan harga pasar sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan lebih terjangkau,” jelasnya.
Baca Juga:Arab Saudi Perketat Paket Umrah RamadanCabai Rawit Merah Tembus Rp130 Ribu/Kg, Konsumen Mengeluh, Pedagang Sebut karena Pasokan Berkurang
Ia menambahkan, beras dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diminati warga. Minyak goreng dinilai sebagai kebutuhan pokok yang sulit tergantikan dalam aktivitas memasak sehari-hari.
“Minyak goreng memang kebutuhan utama. Banyak makanan sehari-hari yang membutuhkan minyak untuk dimasak,” katanya. (cep)
