Heboh Pembongkaran Bangunan TK, Kuwu Guwa Kidul Klaim Sudah Ada Kesepakatan untuk Dibangun KDMP

Koperasi Desa Merah Putih
HEBOH: Kuwu Desa Guwa Kidul, Supandi saat meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di atas lahan bangunan TK yang sudah dirobohkan, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Pembongkaran bangunan Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, memicu polemik di media sosial (medsos).

Video perataan bangunan sekolah yang berdiri sejak 2007 itu beredar luas dan memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Bangunan TK yang berada di Jalan Pangeran Angga Baya tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sekitar 35 siswa dialihkan pembangunan gedung Koprasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Baca Juga:Perdagangan Perbatasan Tumbuh, 530 Kg Ikan Diekspor ke SarawakRatusan PJU Mati di Jalur Pantura, Dishub Cirebon Segera Lapor ke Kemenhub

Bahkan unggahan video tersebut bakal diadukan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Presiden RI Prabowo Subianto.

Menanggapi hal tersebut, Kuwu Desa Guwa Kidul, Supandi, angkat bicara. Ia membenarkan adanya pembongkaran bangunan sekolah tersebut.

Namun, Supandi menegaskan, prosesnya telah melalui komunikasi dan kesepakatan bersama pihak pengelola.

“Pembongkaran dilakukan pada Desember 2025. Sebelum itu sudah ada kesepakatan dengan pihak pengelola,” ujar Supandi.

Menurutnya, pihak desa telah menggelar audiensi dengan Yayasan Darul Farukh selaku pengelola TK sekitar tiga bulan sebelum pembongkaran.

Pertemuan dilakukan mulai dari tingkat desa hingga kecamatan guna membahas rencana pemanfaatan lahan tersebut.

Supandi juga memastikan, aktivitas pendidikan anak usia dini di Desa Guwa Kidul tetap berjalan karena masih terdapat beberapa TK lain yang beroperasi di wilayahnya.

Baca Juga:Menag Klarifikasi soal Zakat, Ajak Penguatan Ekonomi Syariah Lewat Wakaf dan Filantropi IslamKDM Bakal Sapa Warga Kuningan, Bupati: Momentum Silaturahmi Penuh Makna

“Selain sekolah itu, masih ada beberapa TK lain di desa kami. Jadi kegiatan belajar mengajar tetap ada,” jelasnya.

Ia menerangkan, lahan seluas kurang lebih 900 meter persegi tersebut merupakan aset milik pemerintah desa. Lokasinya yang berada di tepi jalan utama dinilai strategis dan mudah diakses masyarakat.

Kedepan, lahan itu akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bergerak di sektor pertanian termasuk penyediaan gerai pupuk bagi petani.

Proyek pembangunan disebut telah dimulai sejak Januari 2026 dan dikerjakan oleh PT Argo Industri Nasional (Agrinas), sementara desa menyediakan lahan.

“Mayoritas warga kami petani. Nanti akan ada gerai pupuk dan sarana pendukung pertanian lainnya. Harapannya bisa membantu petani sekaligus menggerakkan ekonomi desa,” paparnya.

Terkait berbagai tudingan yang berkembang di media sosial, Supandi membantah anggapan bahwa pihaknya menghalangi program tertentu. Ia menegaskan, langkah yang diambil justru sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi desa.

0 Komentar