Cabai Rawit Merah Tembus Rp130 Ribu/Kg, Konsumen Mengeluh, Pedagang Sebut karena Pasokan Berkurang 

harga cabai
MELONJAK: Memasuki pertengahan Ramadan, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan drastis di Pasar Minggu Palimanan, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Minggu Palimanan Kabupaten Cirebon, terpantau masih relatif normal.

Namun, cabai rawit merah atau cabai setan melonjak tajam hingga menyentuh Rp130 ribu/kilogram (kg).

Septi, salah seorang pedagang di Pasar Minggu Palimanan, mengatakan lonjakan harga terjadi dalam waktu singkat.

Baca Juga:Perkuat Kecintaan Kader terhadap Alquran di Momentum Ramadan12 Wilayah Pesisir Masuk Daftar Rawan Banjir Rob 

Diungkapkannya, pada Jumat (27/2), harga cabai rawit merah masih Rp80 ribu/kg. Namun, pada Minggu (1/3), harganya sudah naik drastis menjadi Rp130 ribu per kilogram.

“Kemarin masih Rp80 ribu per kilo. Sekarang sudah Rp130 ribu. Pasokannya mulai berkurang, jadi harganya langsung naik,” ujar Septi.

Sementara itu, harga cabai lainnya relatif lebih stabil. Cabai keriting merah dijual Rp38 ribu/kg, cabai merah besar Rp30 ribu/kg, cabai rawit Rp35 ribu/kg, dan cabai hijau Rp20 ribu/kg. Tomat berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram.

Untuk komoditas bawang, bawang merah dijual Rp32 ribu/kg. Bawang putih biasa Rp35 ribu/kg. Sedangkan, bawang putih kating Rp40 ribu/kg.

Menurut Septi, lonjakan harga cabai rawit merah membuat banyak konsumen mengeluh, terlebih di momentum Ramadan ketika kebutuhan dapur meningkat.

“Kalau konsumen bilangnya terlalu mahal. Soalnya kebanyakan pembeli di sini pedagang lagi. Kalau di sini sudah mahal, nanti ke pembeli jadi lebih mahal lagi,” katanya.

Kenaikan harga cabai rawit merah di pertengahan Ramadan ini disebut akibat pasokan yang berkurang, sementara permintaan tetap tinggi.

Baca Juga:Diduga Tempatkan PMI Secara Nonprosedural, P3MI DisanksiPesantren Al Hikmah Raih Medali Emas Olimpiade Informatika

Pedagang berharap distribusi kembali lancar agar harga bisa segera turun dan tidak semakin membebani masyarakat hingga menjelang Lebaran.

Keluhan juga disampaikan Erna. Pemilik warung makan yang menjadi pelanggan tetap di pasar tersebut. Ia mengaku harus mengurangi pembelian karena harga yang melonjak tinggi.

“Biasanya beli setengah kilo, sekarang paling seperempat saja. Soalnya mahal banget,” ujarnya.

Erna berahap, ada antisipasi dari pemerintah sehingga harga cabai bisa turun. “Semoga sih bisa diantisipasi oleh pemerintah yah, soalnya nanti mau Lebaran juga biasanya akan naik lagi,” harapnya. (awr)

0 Komentar