Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan dari hasil paparan yang diterima dari ASDP serta jajaran Polda Banten dan Polda Lampung, ada sejumlah inovasi baru untuk mengurai potensi antrean kendaraan di kawasan penyeberangan.
Menurutnya, terdapat penambahan buffer zone serta pelabuhan alternatif yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan. Selain itu, pengelolaan arus juga akan didukung command center yang memantau kondisi secara real time.
“Termasuk sistem penjualan tiket online dan pengaturan seluruh dermaga yang kini tidak lagi dibedakan. Semua kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean kendaraan,” ujar Sigit melalui rilis resmi Humas Polri.
Baca Juga:Gus Yaqut Ditahan KPK, Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024Arus Mudik Bergerak, Hari Ini Mulai Mengalir di Jalur Pantura Cirebon, Petugas Sudah Siaga di Pos
Ia juga memastikan kesiapan pengamanan selama perjalanan, baik di kawasan pelabuhan maupun di atas kapal. Petugas turut disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama masa mudik.
Selain itu, Polri bersama instansi terkait juga menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan bagi pemudik, seperti pos istirahat hingga dapur lapangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Kami harapkan mudik tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan seluruh stakeholder memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan tambahan fasilitas penyeberangan di Pelabuhan Merak untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. Menurutnya, pada masa angkutan Lebaran ini akan dioperasikan empat pelabuhan penyeberangan dengan dukungan 14 kapal yang ditempatkan di Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara.
Dengan penambahan kapal ini, kata Menhub Dudy, diharapkan arus kendaraan menuju Sumatera menjadi lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan yang diperkirakan mulai terjadi sejak 13 Maret hingga 15 Maret 2026.
Selain itu, kewaspadaan terhadap kondisi cuaca juga menjadi perhatian dalam pengelolaan arus mudik tahun ini. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) secara disiplin, terutama terkait pengaturan kendaraan besar agar tidak mengganggu kelancaran arus mudik. (cep/rc)
