RADARCIREBON.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah melakukan upaya penghematan BBM melalui sejumlah kebijakan.
Bahkan jauh sebelum ada ketentuan mengenai work from home (WFH), Pemprov Jabar sudah lebih dulu menerapkan.
Kemudian, KDM juga menyebutkan bahwa beberapa kebijakan sudah diambil. Termasuk di sektor pendidikan.
Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way
Selain itu, kebijakan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sejalan dengan upaya efisiensi dan pengendalian energi.
Pemprov Jabar pun telah lama mengajak berangkat sekolah tidak lagi menggunakan sepeda motor, melainkan jalan kaki.
“Saat ini dampak dari kebijakan tersebut sudah mulai terlihat. Salah satunya adalah penurunan porsi belanja pegawai di Jawa Barat yang kini hanya sekitar 30 persen, sementara sisanya dialokasikan untuk pembangunan,” ungkapnya.
Artinya, kata KDM, uang negara lebih banyak kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan.
KDM menyatakan bahwa Pemprov Jabar lebih dulu menerapkannya bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Penerapan itu berlangsung sejak lama. Sekitar sekitar enam bulan terakhir,” ujar KDM.
Kebijakan ini, kata KDM, bagian dari strategi efisiensi anggaran. Menurutnya, WFH tujuannya jelas.
Pertama, menekan biaya operasional pemerintah seperti penggunaan listrik dan air.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon
Anggaran yang dihemat bisa dialihkan untuk pembangunan, terutama infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Seperti diketahui, KDM hadir di peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon.
Menurut dia, momentum Hari Jadi ke-544 ini harusnya menjadi refleksi penting bagi Kabupaten Cirebon, tidak hanya dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga dalam menata arah pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan berkarakter.
Pada momentum Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, Pemkab Cirebon resmi meluncurkan salam khas Kula Nuun–Mangga.
KDM kemudian menegaskan bahwa masa depan Cirebon harus bertumpu pada budaya.
Menurutnya, tak banyak daerah yang punya kekuatan seperti Cirebon. Jejak sejarahnya masih utuh. Bahkan masih dijaga para pewarisnya.
“Cirebon itu lengkap. Peninggalannya ada, kasat mata. Kesultanan masih berdiri, pewarisnya juga ada,” ujarnya dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon.
