Selat Hormuz Ditutup, Dunia Dilanda Krisis, Siapa Bisa Hentikan Iran?

Iran tutup selat hormuz
Iran telah resmi menutup Selat Hormuz. Padahal selat ini merupakan jalur 20 persen minyak dunia. Foto: G-Maps - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Iran telah resmi menutup Selat Hormuz. Padahal selat ini merupakan jalur 20 persen minyak dunia. Wajar jika bisa memicu lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di atas USD 100 per barel.

Bukan hanya itu. Penutupan Selat Hormuz bisa berisiko terjadinya Perang Dunia. Oleh sebab itu, memahami penutupan selat itu jangan hanya soal konflik antar Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel. Krisis global sudah mulai terjadi akibat penutupan selat ini.

Ben Attha, penggiat media sosial pun mempertanyakan apa yang terjadi dan siapa yang bisa menghentikan krisis di Selat Hormuz?

Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini

Ben Attha mengungkapkan Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut terpenting dunia. Ada 20 persen perdagangan global lewat selat ini. Terutama minyak dari negara-negara Teluk.

“Jadi jantung bagi energi dunia dan kekuatan militer Barat,” tulis Ben di media sosial X baru-baru ini.

Menurutnya penutupan Selat Hormuz, berdampak pada 40 persen produksi minyak dunia bisa terhenti. Dia pun memperkirakan harga BBM bisa tembus USD 150 per barel.

Bukan hanya itu. Menurut Ben, penutupan selat itu juga bisa memicu inflasi besar-besaran dan krisis ekonomi global. Bahkan lebih buruk dari krisis 2008. Bakal banyak perusahaan bisa bangkrut.

Peristiwa ini mirip saat Mesir menutup Teluk Aqaba dari kapal-kapal Israel tahun 1967. Salah satu penyebab langsung meletusnya Perang Enam Hari atau Yom Kippur. Artinya, menutup jalur laut sama dengan pemicu perang besar.

Kenapa Iran melakukan ini? “Penutupan ini sebagai respons Iran terhadap serangan udara AS yang menghancurkan tiga fasilitas nuklir mereka (Fordow, Natanz, Isfahan),” tulis Ben.

Akibat serangan itu, Iran merasa terhina. Sebab, program nuklir mereka terhambat selama berbulan-bulan, bahkan bisa mungkin bertahun-tahun.

Baca Juga:Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM AmanMenlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidup

Ben juga mengatakan jika penutupan selat tersebut bukan satu-satunya aksi Iran setelah serangan AS ke fasilitas nuklir mereka. Selain menutup Selat Hormuz, Iran juga meluncurkan serangan balasan dengan rudal canggih tipe “Khaybar” dan “Khorramshahr”, rudal terkuat Iran, ke Tel Aviv, Haifa, Bandara Ben Gurion, dan kota Ness Ziona di Israel.

0 Komentar