Jadi Difabel karena Kecelakaan, Susanto Jadi Tulang Punggung Dapur MBG

susanto koki sppg pojok karanganyar
Program makan bergizi gratis (MBG) membuat Susanto yang menjadi disabilitas karena kecelakaan, kembali dapat bekerja menjadi koki di SPPG Pojok, Mojogedang, Karanganyar. Foto: Bakom RI - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Susanto (37) seolah mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya untuk kembali berdaya dan berpenghasilan.

Sebuah peristiwa kecelakaan yang terjadi pada tahun 2025, nyaris merenggut hidup tulang punggung keluarga tersebut.

Susanto memang selamat. Tapi cedera parah pada kakinya, membuat ruang geraknya terbatas. Tidak banyak pekerjaan yang bisa dilakukan.

Baca Juga:Kisah Cinta Sutan Syahrir dan Putri Pura Mangkunegaran di Kaki Gunung CiremaiWFH No, Naik Sepeda Oke

Apalagi untuk bekerja di sektor formal yang membutuhkan mobilitas. Hal tersebut tentu tak dapat lagi dilakukan Susanto.

Beruntung program makan bergizi gratis (MBG) hadir. Kebutuhan tenaga kerja, membuat Susanto kembali dapat berpenghasilan.

Bahkan kini dirinya sudah kembali bekerja dan mendapatkan semangat hidup dari program ini. Perannya di dapur MBG pun tidak main-main.

Berkat pengalamannya sebagai koki di sebuah kedai di Karanganyar, Jawa Tengah, Susanto diterima di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), tepatnya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pojok, Mojogedang, Karanganyar.

Susanto dipercaya sebagai streamer nasi atau koki yang bertanggung jawab untuk menanak nasi. Dia bersyukur pengelola SPPG Pojok tak membeda-bedakannya dengan pekerja di SPPG itu.

“Alhamdulillah dengan kondisi seperti ini saya bisa bekerja dan diterima di SPPG Pojok. Lingkungannya semua sangat ramah. Dari atasan dan lainnya semuanya bisa menerima dengan kondisi saya saat ini,” kata Susanto.

Susanto bercerita, kakinya cedera saat dibonceng teman memakai sepeda motor. Meski masih membekas, peristiwa yang terjadi lebih pada 20 tahun lalu itu tak menyurutkannya untuk terus berusaha.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One WayArus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Cipali

Lelaki yang belum berkeluarga ini tetap bersemangat menjalani hidup. Sebelum memulai bekerja sebagai koki, dia sempatkan memberi makan kambing dan ikan yang dia pelihara di pekarangan rumah.

Setelah selesai “mengasuh” hewan peliharaan, Susanto lantas bersiap untuk berangkat ke tempat kerja yang tak jauh dari rumah. Kesehariannya, dia mengemudikan sepeda motor menuju dapur MBG dengan kaki kanan tetap selonjoran karena belum bisa ditekuk.

“Dari hasil di sini untuk keluarga. Walaupun belum berkeluarga, tapi punya orang tua yang tidak bekerja. Dan alhamdulillah sedikit membantu untuk meringankan beban orang tua dan biaya kehidupan,” kata Susanto.

0 Komentar