Setelah mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, Dinas Pendidikan Kota Cirebon kemudian melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah. Pembahasan dilakukan melalui proses konsolidasi dengan berbagai pihak di lingkungan pendidikan. Hasilnya, kebijakan lima hari sekolah diputuskan untuk diuji coba mulai awal pekan ini.
Kebijakan ini mengubah pola belajar siswa yang sebelumnya berlangsung enam hari dalam sepekan. Dengan sistem baru, kegiatan belajar hanya dilakukan dari Senin sampai Jumat. Sabtu tidak lagi digunakan sebagai hari belajar reguler. Namun kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler tetap dapat disesuaikan oleh masing-masing sekolah.
Dinas Pendidikan memastikan perubahan tersebut tidak akan menambah beban belajar siswa secara signifikan. Penyesuaian hanya dilakukan pada pengaturan jam pelajaran. Menurut Ade, satu jam pelajaran di tingkat sekolah dasar memiliki durasi 35 menit. Hal ini berbeda dengan satu jam waktu normal yang berdurasi 60 menit.
Baca Juga:Bekas Jembatan Kereta Pelabuhan Cirebon – Stasiun Kejaksan Bakal Disimpan KAIJalur Kereta Api Penghubung Pelabuhan dan Stasiun Kejaksan Dibongkar, Jejak Sejarah 1910 Hilang dari Cirebon
Dalam sistem lima hari sekolah, kebutuhan pembelajaran intrakurikuler rata-rata mencapai delapan jam pelajaran setiap hari. Jika dihitung berdasarkan durasi 35 menit per jam pelajaran, total waktu belajar intrakurikuler mencapai sekitar 280 menit atau sekitar 4 jam 40 menit per hari.
Kegiatan belajar biasanya dimulai pukul 07.00. Dengan perhitungan tersebut, pembelajaran intrakurikuler diperkirakan berlangsung hingga sekitar pukul 11.40.
Namun kegiatan di sekolah tidak berhenti pada pembelajaran utama. Terdapat waktu istirahat serta kegiatan lain seperti kokurikuler dan ekstrakurikuler. Umumnya sekolah memberikan dua kali waktu istirahat. Istirahat pertama berlangsung sekitar 15 menit pada pertengahan sesi belajar. Istirahat kedua biasanya berlangsung 20 hingga 30 menit menjelang siang.
Jika dihitung dengan tambahan waktu istirahat sekitar 45 menit, maka kegiatan belajar di sekolah dapat berlangsung hingga sekitar pukul 12.25. Selain itu, beberapa sekolah juga menambahkan kegiatan kokurikuler atau pembinaan karakter.
Kegiatan ini biasanya berlangsung sekitar 30 hingga 60 menit. Dengan tambahan kegiatan tersebut, waktu kepulangan siswa diperkirakan berada pada rentang pukul 13.00 hingga 14.00. Jadwal tersebut masih dapat berbeda di setiap sekolah. “Kalau pulangnya sekitar jam berapa, itu nanti harus dipastikan ke sekolah masing-masing. Karena setiap sekolah memiliki ekstrakurikuler dan kokurikuler yang berbeda,” jelas Ade.
Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan perubahan jam belajar tidak akan mengganggu kegiatan siswa pada sore hari. Hal tersebut termasuk kegiatan pendidikan keagamaan seperti madrasah diniyah yang banyak diikuti siswa setelah pulang sekolah.
