Meski belum melihat langsung perkembangan terakhir, Muhibbuddin memastikan sebagian material besi dari jembatan tersebut telah diamankan oleh PT KAI. Besi-besi tua yang sebelumnya menjadi rangka utama jembatan tersebut kini disimpan di area milik PT KAI di Cirebon. “Kalau besinya saya sempat lihat kemarin. Beberapa besi sudah diamankan di lokasi KAI,” ujar Muhibbuddin.
Material tersebut merupakan bagian dari struktur jembatan yang dibangun pada awal abad ke-20. Rangka besi itu sebelumnya membentang melintasi aliran sungai di kawasan Kalibaru. Di masa lalu, jalur rel yang melewati jembatan tersebut memiliki peran penting dalam sistem transportasi kolonial. Jalur itu menjadi penghubung antara pelabuhan dan stasiun kereta utama di kota.
Melalui jalur tersebut, berbagai komoditas dari wilayah pedalaman Jawa Barat bagian timur dapat diangkut menuju Pelabuhan Cirebon. Dari pelabuhan itulah barang-barang kemudian dikirim ke berbagai wilayah perdagangan.
Baca Juga:Bekas Jembatan Kereta Pelabuhan Cirebon – Stasiun Kejaksan Bakal Disimpan KAIJalur Kereta Api Penghubung Pelabuhan dan Stasiun Kejaksan Dibongkar, Jejak Sejarah 1910 Hilang dari Cirebon
Namun perkembangan infrastruktur jalan dan perubahan pola distribusi logistik membuat jalur tersebut tidak lagi digunakan. Rel dan jembatan yang tersisa menjadi bagian dari infrastruktur lama yang tidak aktif.
Pembongkaran jembatan rel Kalibaru kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejumlah budayawan dan pegiat sejarah menyoroti keberadaan jembatan tersebut sebagai bagian dari jejak sejarah transportasi di Kota Cirebon.
Muhibbuddin mengatakan KAI mengetahui adanya berbagai pandangan yang muncul setelah pembongkaran. Namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil koordinasi internal sebelum memberikan keterangan lebih lanjut. “Kita akan koordinasi internal dulu. Nanti dari Daop akan melihat seperti apa langkah selanjutnya,” ujarnya.
Selain koordinasi internal, komunikasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah. Salah satunya dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon.
Muhibbuddin menjelaskan komunikasi tersebut dilakukan untuk menjelaskan kronologis pembongkaran jembatan rel di Kalibaru. “Itu kemarin sempat call group dengan Disbudpar. Baru lewat telepon saja,” katanya.
Dalam komunikasi itu, pihak Disbudpar disebut menanyakan kronologi proses pembongkaran jembatan tersebut. Pihak KAI kemudian menjelaskan rencana pembongkaran serta proses pengamanan material yang dilakukan.
