RADARCIREBON.ID – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Cirebon terus diperluas hingga tingkat desa.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon melakukan tracing untuk menemukan kasus lebih dini sekaligus mencegah penularan penyakit tersebut.
Hingga pekan lalu, sekitar 34 ribu warga telah menjadi sasaran tracing yang dilakukan sejak awal Agustus.
Baca Juga:MICE dengan Konsep One Stop DestinationFestival Literasi Dorong Budaya Baca dan Inovasi
Dari jumlah tersebut, sekitar 18 ribu warga telah tercatat dalam aplikasi pelaporan Kementerian Kesehatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes mengatakan, dari 18 ribu warga yang datanya telah masuk, sekitar 2.200 orang masuk kategori terduga TBC. Sedangkan warga yang dinyatakan positif TBC tercatat sebanyak 74 orang.
“Yang terduga TBC sekitar 11 persen, ada 2.200 orang. Kemudian yang positif 74 orang. Alhamdulillah kecil, sekitar dua persen,” kata Eni saat kegiatan tracing TBC terintegrasi program cek kesehatan di Desa Nanggela, Kecamatan Greged.
Menurut Eni, penanganan TBC tidak hanya dilakukan terhadap warga yang telah dinyatakan positif.
Petugas juga menelusuri orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah.
Dari hasil penelusuran tersebut, sebanyak 234 orang yang merupakan kontak serumah telah mendapatkan pengobatan.
“Yang sudah kita obati dari kontak serumah itu 234 orang,” ujarnya.
Baca Juga:Perbaikan Jalan Wahidin Kota Cirebon, Anggaran Rp7,6 MiliarDinkes Pantau Berkala Kasus ISPA, Pasien Melonjak, Pastikan Belum Mengarah ke KLB
Tracing TBC masih terus dilakukan. Dinkes Kabupaten Cirebon menargetkan pemeriksaan dapat menjangkau 46.600 warga hingga akhir November mendatang.
Eni mengatakan, proses pendataan masih berlangsung di tingkat puskesmas. Karena itu, jumlah warga yang telah diperiksa masih berpotensi bertambah seiring dengan masuknya data ke dalam sistem Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengatakan, tracing TBC menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
Pemkab Cirebon, kata Imron, mengerahkan Dinkes untuk turun langsung ke desa-desa. Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan pengobatan gratis dan edukasi mengenai pola hidup sehat.
“Kami menugaskan Dinkes turun ke 340 desa dan terus sampai 412 desa. Ada pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan,” ujar Imron.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menemukan warga yang sakit.
Edukasi kepada masyarakat juga penting agar warga memahami cara menjaga kesehatan sekaligus mencegah penularan penyakit.
