RADARCIREBON.ID – Kawasan Pusat Jajanan Kuliner Trusmi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, perlahan mulai menunjukkan denyut aktivitas setelah lebih dari setahun menjadi lokasi relokasi pedagang kaki lima (PKL).
Keberadaan para pedagang tidak hanya membuat aktivitas jual beli mulai terbentuk, tetapi juga mengubah suasana kawasan yang sebelumnya cenderung sepi, terutama selepas Magrib.
Salah seorang pedagang, Lukman mengatakan, kondisi tersebut berbeda ketika para pedagang pertama kali menempati lokasi relokasi. Saat itu, aktivitas kendaraan maupun warga yang melintas masih sangat minim.
Baca Juga:MICE dengan Konsep One Stop DestinationFestival Literasi Dorong Budaya Baca dan Inovasi
“Habis Magrib dulu tidak ada motor yang lewat. Sepi. Jalan ini kalau tidak ada pedagang memang sepi,” ujar Lukman.
Namun, setelah berjalan sekitar satu tahun, kondisi mulai berubah. Aktivitas perdagangan semakin terbentuk dan kawasan tersebut mulai ramai, terutama saat akhir pekan. “Kalau weekend biasanya ramai,” katanya.
Bagi pedagang lama, perkembangan itu juga ditunjang oleh kembalinya pelanggan yang sebelumnya sudah menjadi langganan.
Menurut Lukman, masa penyesuaian hanya terjadi pada awal relokasi. “Kalau pedagang lama, pelanggan tetap mencari. Paling awal-awal saja adaptasi, sekitar satu sampai dua bulan. Sekarang sudah biasa, normal lagi,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi berbeda dialami pedagang yang baru membuka usaha. Mereka harus membangun pelanggan dari awal karena belum memiliki basis pembeli sebelumnya.
Di sisi lain, perkembangan kawasan belum sepenuhnya diikuti fasilitas yang memadai. Lukman mengatakan, penerangan dan aliran listrik kini sudah tersedia, meski kebutuhan listrik pedagang masih dipenuhi melalui iuran bersama.
Persoalan lain yang masih dirasakan adalah belum tersedianya tempat berteduh yang memadai bagi pedagang maupun pembeli ketika hujan. “Kalau hujan, di sini tidak ada tempat berteduh,” ujarnya.
Baca Juga:Perbaikan Jalan Wahidin Kota Cirebon, Anggaran Rp7,6 MiliarDinkes Pantau Berkala Kasus ISPA, Pasien Melonjak, Pastikan Belum Mengarah ke KLB
Ia berharap, kawasan tersebut kedepan bisa ditata lebih rapi dengan fasilitas sederhana seperti kanopi atau tenda yang dapat melindungi pedagang dan pembeli dari panas maupun hujan.
“Kalau bisa ditata rapi, dipasang kanopi tidak apa-apa. Seperti halte di pinggir, supaya lebih rapi,” katanya.
Sebagian pedagang, lanjut Lukman, sudah berinisiatif memasang tenda secara mandiri. Namun, fasilitas tersebut belum dimiliki seluruh pedagang.
