Kepala Divisi Pengabdian LPPM UMC, Johan, M.T., menilai program tersebut menjadi contoh penerapan ilmu perguruan tinggi untuk menjawab persoalan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa mendapat pengalaman langsung dalam membaca persoalan produksi, mengolah data, merancang dan menguji teknologi, hingga melihat dampak inovasi bagi pelaku usaha.
Kepala Desa Ciledug Wetan, Wastar, juga mengapresiasi program tersebut dan berharap teknologi serupa dapat dikembangkan atau diduplikasi oleh UMKM lain sehingga manfaat kegiatan mahasiswa tidak hanya dirasakan satu pelaku usaha.
Program KKM tersebut sekaligus menunjukkan upaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia usaha. Bagi pelaku UMKM, mesin pemotong tahu otomatis menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.
Baca Juga:BPN Kabupaten Indramayu Komitmen Tingkatkan Pelayanan Dorong Peningkatan Pelayanan Perumdam Tirta Bhakti Raharja
Sementara bagi mahasiswa, proses tersebut menjadi pengalaman menerapkan ilmu Teknik Industri di lapangan. Dari Pabrik Tahu H. Rakum, inovasi itu diharapkan dapat berkembang menjadi teknologi yang lebih luas manfaatnya bagi UMKM sejenis di Ciledug Wetan dan wilayah lainnya.
