RADARCIREBON.ID – Pemerintah Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, menginginkan situs atau makam Syekh Sama’un yang selama ini diyakini masyarakat setempat, dapat secara resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah. Keseriusan Pemerintah Desa Dadap tersebut dibuktikan dengan surat yang dikirim Kuwu Desa Dadap, Ali Faosalz kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu.
Surat tersebut berisi permohonan agar dilakukan kajian dan penelitian terhadap makam yang selama ini diyakini masyarakat sebagai makam Syekh Sama’un.
“Isi surat tersebut adalah memohon kajian dan penelitian dari TACB karena masyarakat meyakini bahwa makam itu merupakan makam Syekh Sama’un,” jelas Kuwu Ali Faosal dalam siaran persnya kepada wartawan di lokasi pemakaman yang diyakini sebagai situs Syekh Sama’un, belum lama ini.
Baca Juga:Dua Siswa SMP Majalengka Berprestasi di Pentas PAI JabarPolres Majalengka Respons Keluhan Warga soal Minimnya Rambu
Permohonan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh TACB Kabupaten Indramayu. Ketua TACB Indramayu, H Dedy S Musashi didampingi Pamong Budaya Bidang Cagar Budaya Kabupaten Indramayu Suparto Agustinus mendatangi lokasi makam yang selama ini diyakini masyarakat sebagai situs Syekh Sama’un. Lokasi makam tersebut berada di tengah-tengah tempat pemakaman umum (TPU) Desa Dadap.
Kedatangan tim tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi sekaligus melakukan kajian dan penelitian awal terhadap keberadaan makam yang selama ini ramai dikunjungi masyarakat.
Makam tersebut diketahui tidak hanya didatangi warga dari wilayah Indramayu, tetapi juga masyarakat dari luar daerah. Keyakinan masyarakat mengenai keberadaan makam Syekh Sama’un menjadi salah satu alasan Pemerintah Desa Dadap mengajukan permohonan agar lokasi tersebut dapat dikaji secara lebih mendalam.
Dalam penelitian awal tersebut, tim menemukan sebuah batu nisan yang kemudian langsung diidentifikasi dan didata oleh Tim Arkeologi dan Sejarah TACB Kabupaten Indramayu bersama Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.
Nisan tersebut memiliki bentuk menyerupai gada atau meriam terbalik. Temuan ini dinilai menarik karena merupakan salah satu temuan nisan dengan tipe tersebut yang belum pernah ditemukan sebelumnya di Indramayu.
