Mesin Investasi Terus Dipacu, Rp3,23 Triliun Sudah Masuk Kabupaten Cirebon

Investasi
Mesin investasi Kabupaten Cirebon terus bergerak. Memasuki semester pertama tahun 2026, realisasi investasi sudah menembus angka Rp3,23 triliun atau 76,02 persen dari target investasi yang ditetapkan Pemprov Jabar sebesar Rp4,25 triliun sepanjang 2026.
0 Komentar

Ia menekankan, orientasi pemerintah dalam menarik investasi bukan semata-mata mengejar besarnya nilai modal yang masuk. “Kami membuka peluang tenaga kerja. Bukan mencari pendapatan. Artinya, ada yang jauh lebih besar, yakni kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon secara luas,” tegasnya.

Hilmy menjelaskan, keberhasilan investasi tidak hanya menjadi tanggung jawab DPMPTSP dari sisi perizinan semata. Diperlukan dukungan lintas sektor dan sinergi antarorganisasi OPD. Terlepas kekurangan kondisi ril dilapangan, tata ruang belum sesuai ekspektasi para investor.

“Target investasi itu harus berkaitan erat dengan kemudahan investasi yang diberikan kepada investor. Jadi bukan hanya soal perizinan, tetapi juga menyangkut tata ruang, AMDAL hingga analisis dampak lalu lintas,” jelasnya.

Baca Juga:Awal Oktober Buka-bukaan PDAM, DPRD Siapkan RDP, Direksi Nyatakan Siap HadirIGIC 2026 Pilih Menag sebagai Presiden IAMI

Ia menilai investasi memiliki posisi strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Sebab, pemda tidak bisa selamanya mengandalkan penerimaan dari sektor pajak daerah. “Kalau ingin masyarakat sejahtera, jangan hanya mengandalkan sektor pajak. Investasi juga sangat penting karena bisa menciptakan aktivitas ekonomi baru dan menyerap tenaga kerja,” tuturnya.

Karena itu, Pemkab Cirebon mendorong penguatan regulasi investasi. Salah satunya melalui Raperda tentang investasi. Saat ini raperda itu masih dalam pembahasan melalui raperda inisiatif DPRD. “Pemda harus mampu memberikan fasilitasi kepada investor agar mereka merasa nyaman dan yakin berinvestasi di Kabupaten Cirebon,” katanya.

Hilmy mengungkapkan, saat ini realisasi investasi Semester I tahun 2026 mencapai Rp3.230.817.716.614 atau 76,02 persen dari target Provinsi Jawa Barat sebesar Rp4,25 triliun. Menurutnya, sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran masih menjadi penyumbang investasi terbesar. Nilainya mencapai Rp734,59 miliar, atau hampir seperempat dari total investasi yang masuk ke Kabupaten Cirebon. “Di posisi kedua, sektor Industri Logam, Mesin, dan Elektronika menyumbang investasi sebesar Rp484,57 miliar. Disusul Industri Makanan dengan nilai investasi Rp435,49 miliar,” terangnya.

Sementara, pada sektor Perdagangan dan Reparasi berada di urutan keempat dengan investasi mencapai Rp341,42 miliar, sedangkan posisi kelima ditempati Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki sebesar Rp236,03 miliar. “Kelima sektor itu menjadi tulang punggung investasi Kabupaten Cirebon selama satu semester ini,” paparnya.

0 Komentar