Mesin Investasi Terus Dipacu, Rp3,23 Triliun Sudah Masuk Kabupaten Cirebon

Investasi
Mesin investasi Kabupaten Cirebon terus bergerak. Memasuki semester pertama tahun 2026, realisasi investasi sudah menembus angka Rp3,23 triliun atau 76,02 persen dari target investasi yang ditetapkan Pemprov Jabar sebesar Rp4,25 triliun sepanjang 2026.
0 Komentar

Kata Hilmy, selain lima sektor utama tersebut, sejumlah sektor lain juga memberikan kontribusi cukup signifikan. Di antaranya Industri Tekstil sebesar Rp196,28 miliar, Industri Karet dan Plastik sebesar Rp150,68 miliar, Hotel dan Restoran sebesar Rp130 miliar, serta Jasa Lainnya yang mencapai Rp115,63 miliar. “Kemudian Industri Kayu menyumbang Rp87,41 miliar, Industri Lainnya sebesar Rp80,49 miliar, dan sektor Konstruksi mencapai Rp63,75 miliar,” paparnya. Sementara beberapa sektor lainnya masih mencatatkan nilai investasi yang relatif kecil. Seperti Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp34,88 miliar, Industri Kertas dan Percetakan Rp24,94 miliar, Industri Kimia dan Farmasi Rp10,08 miliar, serta Listrik, Gas, dan Air sebesar Rp6,83 miliar.

“Adapun sektor Peternakan membukukan investasi Rp3,89 miliar, sedangkan Kehutanan, Pertambangan, Tanaman Pangan dan Perkebunan, hingga Perikanan masih berada di bawah Rp1 miliar,” terangnya.

Ia mengaku target investasi tahun 2026 dapat tercapai. Terlebih masih tersisa satu semester dengan sejumlah proyek investasi yang diperkirakan akan terealisasi pada paruh kedua tahun ini.

Baca Juga:Awal Oktober Buka-bukaan PDAM, DPRD Siapkan RDP, Direksi Nyatakan Siap HadirIGIC 2026 Pilih Menag sebagai Presiden IAMI

“Semester kedua masih terbuka peluang yang cukup besar. Kami terus mendorong percepatan perizinan, memberikan kemudahan kepada investor, sekaligus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” tandasnya.

DAMPAK BESAR

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendriyanto SSTP MSi mengatakan keberadaan PT Longrich di Kabupaten Cirebon memberikan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

Hingga saat ini, perusahaan tersebut tercatat mempekerjakan sekitar 28 ribu orang. jumlah tersebut merupakan kondisi eksisting tenaga kerja yang saat ini bekerja di PT Longrich. Menariknya, sebagian besar pekerja berasal dari wilayah Kabupaten Cirebon. Dari total 28 ribu karyawan, sekitar 80 persen merupakan tenaga kerja lokal, sedangkan sisanya merupakan tenaga ahli. “Kalau karyawan Longrich saat ini jumlahnya ada 28 ribu. Serapannya sangat besar untuk tenaga kerja lokal,” ujar Novi.

Kata Novi, besarnya serapan tenaga kerja itu menunjukkan peran industri dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Menurutnya, komposisi tenaga kerja lokal yang mencapai 80 persen juga memperlihatkan bahwa aktivitas perusahaan tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi turut memberikan ruang kerja bagi masyarakat di daerah.

0 Komentar