RADARCIREBON.ID – Penanganan tuberkulosis (TBC) dan kusta di Kabupaten Cirebon tak cukup hanya mengandalkan layanan di puskesmas. Mobilitas petugas menjangkau warga hingga ke pelosok menjadi bagian penting. Khususnya, dalam menemukan, mendampingi, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Untuk mendukung kerja tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menerima bantuan 15 sepeda motor listrik.
Kendaraan operasional itu diharapkan memperkuat aktivitas petugas kesehatan dalam penanggulangan TBC dan kusta di lapangan. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Komipo Energy Indonesia, The Midland Power Labour Union, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia. Penyerahan dilakukan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Selasa (29/9).
Baca Juga:Pemkab Cirebon Ajukan 8 Ruas Jalan Lewat IJD, Baru Gebang Ilir-Waled DisetujuiBursa Ketua Partai Gerindra Kuningan Mulai Bergulir, Nama Dede Ismail Diperhitungkan Pengamat
Presiden The Midland Power Labour Union, Mr Moon Deokjoo mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan dan serikat pekerja terhadap persoalan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, penggunaan sepeda motor listrik juga menjadi bagian dari konsep mobilitas hijau yang diarahkan untuk mendukung percepatan penanggulangan TBC dan kusta. “Bantuan ini wujud dari kepedulian perusahaan dan serikat pekerja pada kesehatan masyarakat,” ujar Moon Deokjoo dalam sambutannya.
Sementara itu, Executive Director Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Febrina Fransiska Sianturi menjelaskan, Cirebon menjadi salah satu daerah sasaran program karena angka kasus TBC dan kusta yang relatif tinggi.
“Kenapa Cirebon? Karena tadi ada data bahwa tingkat prevalensinya di sini tinggi, penderitanya di sini tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, meski terdapat sekitar 60 puskesmas di Kabupaten Cirebon, bantuan yang diberikan baru 15 unit sepeda motor listrik. Disesuaikan dengan kapasitas program dan kemampuan lembaga pemberi bantuan.
“Kami pun punya keterbatasan. Dengan ini kami juga berharap pemerintah kabupaten bisa mengelola dengan baik dan menjaga dengan baik,” katanya. Ia menjelaskan, salah satu tantangan dalam penanggulangan TBC adalah mobilitas petugas. Kendaraan operasional menjadi salah satu penunjang agar petugas dapat lebih mudah menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan maupun pendampingan.
Karena itu, 15 kendaraan diharapkan tidak sekadar menjadi aset tambahan, tetapi benar-benar digunakan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di lapangan.
Baca Juga:Dua Rumah Terbakar di Kuningan, Dapur dan Harta Benda HangusPertamina Patra Niaga RJBB Klaim Stok Pertalite di Kota Cirebon Terjaga
“Semoga bisa juga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Kabupaten Cirebon,” katanya.
