Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Akademisi Soroti Kualitas Manusia

Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Akademisi Soroti Kualitas Manusia
Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Akademisi Soroti Kualitas Manusia
0 Komentar

Menurut dia, pengembangan pendidikan dan keterampilan perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri serta sektor produktif baru yang berkembang di daerah.

“Tenaga kerja lokal perlu memperoleh ruang yang lebih besar dalam transformasi ekonomi. Pendidikan harus lebih dekat dengan arah perubahan ekonomi, sedangkan pengembangan keterampilan harus mengikuti kebutuhan industri dan sektor produktif baru,” kata Yoyon.

Ia juga menyoroti posisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perubahan ekonomi Majalengka.

Baca Juga:Anak 14 Tahun Maling IPhone, Gunakan Celana untuk Menutup WajahBawaslu Persoalkan Data Alih Status TNI-Polri

Menurut Yoyon, pertumbuhan industri dan investasi semestinya dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk terhubung dengan rantai nilai ekonomi yang berkembang.

“UMKM dan ekonomi masyarakat perlu dihubungkan dengan rantai nilai yang sedang tumbuh. Dengan begitu, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima dampak perubahan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari proses tersebut,” ujarnya.

Menurut Yoyon, ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya pertumbuhan ekonomi maupun jumlah program yang dijalankan pemerintah.

Ia menilai perubahan kualitas kehidupan masyarakat perlu menjadi salah satu ukuran utama.

“Ukuran keberhasilan pembangunan perlu bergerak dari banyaknya program menuju perubahan nyata dalam kualitas kehidupan,” katanya.

Perubahan tersebut, lanjut dia, antara lain dapat dilihat dari peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan tenaga kerja, kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, perkembangan UMKM, serta kemampuan masyarakat memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi.

Data IPM Majalengka yang masih berada di bawah rata-rata Jawa Barat menjadi salah satu indikator yang menurut Yoyon perlu mendapat perhatian dalam agenda pembangunan daerah.

Baca Juga:Kantor Baru DPKP Kota Cirebon Masih Butuh PerbaikanSiapkan 2,4 Juta Genteng, Sentra Genteng Jatiwangi Dukung Program Gentengisasi

“Majalengka tidak kekurangan pertumbuhan. Yang perlu diperkuat adalah hubungan antara pertumbuhan ekonomi, kualitas manusia, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti penguatan kualitas manusia berisiko hanya menghasilkan peningkatan angka ekonomi tanpa perubahan yang sebanding dalam kehidupan masyarakat.

Sebaliknya, pertumbuhan yang diikuti peningkatan kapasitas manusia dapat menjadi fondasi pembangunan jangka panjang.

Majalengka dalam Peta Ekonomi Jawa Barat

Pertumbuhan ekonomi Majalengka yang mencapai 6,86 persen pada 2025 berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,32 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya momentum ekonomi yang dapat menjadi modal bagi pembangunan daerah.

0 Komentar