Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Akademisi Soroti Kualitas Manusia

Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Akademisi Soroti Kualitas Manusia
Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Akademisi Soroti Kualitas Manusia
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Perekonomian Kabupaten Majalengka tumbuh 6,86 persen pada 2025. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,32 persen.

Pertumbuhan itu menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas ekonomi daerah, terutama ditopang sektor industri pengolahan. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, Majalengka masih menghadapi tantangan dalam pembangunan manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka dan BPS Provinsi Jawa Barat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Majalengka pada 2025 tercatat 3,62 persen.

Baca Juga:Anak 14 Tahun Maling IPhone, Gunakan Celana untuk Menutup WajahBawaslu Persoalkan Data Alih Status TNI-Polri

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Majalengka berada pada angka 72,37, masih di bawah IPM Jawa Barat yang mencapai 75,90.

Pada indikator pendidikan, rata-rata lama sekolah penduduk Majalengka tercatat 7,81 tahun. Adapun tingkat kemiskinan masih berada pada angka 10,31 persen.

Akademisi Prof Dr Yoyon Suryono MS menilai capaian pertumbuhan ekonomi tersebut perlu dibaca secara lebih komprehensif. Menurut dia, persoalan pembangunan Majalengka bukan lagi semata-mata mengenai kemampuan daerah menciptakan pertumbuhan, melainkan bagaimana pertumbuhan tersebut dapat meningkatkan kapasitas manusia dan kesejahteraan masyarakat.

“Majalengka sedang tumbuh cepat. Secara ekonomi, mesin pertumbuhannya sedang bekerja. Tetapi kesejahteraan tidak berhenti pada pertumbuhan,” ujar Yoyon dalam kajiannya mengenai posisi Majalengka dalam konfigurasi pembangunan Jawa Barat.

Menurut Yoyon, perbedaan antara pertumbuhan ekonomi dan sejumlah indikator pembangunan manusia menunjukkan masih adanya pekerjaan kebijakan yang perlu mendapat perhatian.

“Persoalannya bukan apakah Majalengka tumbuh. Persoalannya adalah siapa yang mampu ikut tumbuh bersama perubahan itu dan sejauh mana pertumbuhan tersebut mengubah kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan investasi dan industri dapat menciptakan lapangan kerja. Namun, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat sangat berkaitan dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia.

Baca Juga:Kantor Baru DPKP Kota Cirebon Masih Butuh PerbaikanSiapkan 2,4 Juta Genteng, Sentra Genteng Jatiwangi Dukung Program Gentengisasi

Pendidikan, keterampilan, kesehatan, pendapatan, dan perlindungan sosial, menurut Yoyon, merupakan aspek yang saling berkaitan dalam membangun kapasitas masyarakat.

“Pekerjaan membutuhkan keterampilan. Keterampilan membutuhkan pendidikan. Produktivitas membutuhkan kesehatan. Ketahanan keluarga membutuhkan pendapatan dan perlindungan. Semua itu saling berhubungan,” ujarnya.

Yoyon menilai arah pembangunan Majalengka perlu semakin menghubungkan perkembangan ekonomi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

0 Komentar