RADARCIREBON.ID- JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melantik para pejabat baru di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026). Salah satu pejabat yang dilantik adalah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Listyo digeser dari jabatan Kapolri menjadi Kepala Staf Kepresidenan atau KSP. Listyo menggantikan Dudung Abdurachman yang digeser menjadi Menko Polkam.
Presiden Prabowo juga melantik Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggantikan Pratikno. Sementara, jabatan Sugiono sebelumnya sebagai Menteri Luar Negeri kini diemban oleh Arrmanatha Nasir. Ini merupakan reshuffle kabinet ketujuh yang terjadi selama era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Perombakan kabinet itu tertuang dalam Keputusan Presiden No 104/P/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara, serta Keputusan Presiden Nomor 105/P/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Baca Juga:RDP PDAM Jangan Cuma Basa-Basi, Rafi: Yang Paling Penting adalah Kenapa Reklasifikasi Itu DilakukanAPJ Bisa Bertahap Sesuai Anggaran, Warga Minta Pemkot Cirebon Terangi Argasunya
Juga, Keputusan Presiden Nomor 84P tahun 2026 dan 96P Tahun 2026 tentang pengangkatan Ketua dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia dan Kepres Nomor 46M Tahun 2026 tentang pengangkatan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
PERCEPAT TRANSISI ENERGI
Semerntara itu, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan pembentukan kementerian koordinator baru untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi nasional.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari manifestasi program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Berbicara seusai pelantikan, Bahlil yang Menteri ESDM itu mengatakan akan menjalankan tugas dengan baik dalam dua jabatan yang diembannya terutama untuk mencapai hilirisasi dan transisi energi yang menjadi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,” kata Bahlil.
Dia menyatakan bahwa kementerian baru itu akan berperan sebagai koordinator kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, untuk mencapai target tersebut. Kantor untuk kementerian koordinator itu sendiri saat ini masih akan berada di Kementerian ESDM.
