Kesal Perbaikan Jalan Cuma 200 Meter, Warga Kroya-Karanganyar Swadaya, dalam Semalam Saja Terkumpul Rp300 Juta

Warga bersama para donatur berswadaya untuk melakukan perbaikan jalan Kroya-Karanganyar.
Warga didukung para donatur berswadaya untuk melakukan perbaikan jalan Kroya-Karanganyar.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID — Kesal karena perbaikan jalan yang ditunggu selama 18 tahun hanya digarap 200 meter, warga Kroya dan Karanganyar, Kabupaten Cirebon, bergerak sendiri. Dalam waktu satu malam, mereka berhasil mengumpulkan dana swadaya hingga Rp300 juta untuk mengecor jalan yang selama ini rusak parah.

Tokoh warga setempat, H. Sanuri, menuturkan bahwa warga Kroya dan Karanganyar sudah menanti perbaikan jalan penghubung menuju Desa Lemahtamba selama kurang lebih 18 tahun. Namun, yang mereka dapatkan justru sangat mengecewakan. Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon disebut hanya membangun sekitar 200 meter dari total ruas jalan yang rusak. “Kami sudah terlalu lama menunggu. Sekian tahun berharap, ternyata cuma dibangun 200 meter. Ini benar-benar mengecewakan,” ujar Sanuri dengan nada kesal.

Kekecewaan itu memuncak karena sebagian besar jalan masih dalam kondisi rusak berat. Sanuri menuturkan, banyak penjual pindang yang jatuh saat melintas karena jalan berlubang dan bergelombang. “Kasihan, mereka dapat modal dari utang, malah kecelakaan di jalan. Dagangannya rusak, belum lagi harus mengganti sepeda yang rusak,” katanya. Kondisi jalan yang menyerupai balong atau kubangan besar itu juga membuat kecelakaan terus terjadi.

Baca Juga:Siaga Darurat Kekeringan, BMKG Prediksi Hujan Baru Turun Bulan November115 Rumah di Kelurahan Drajat Kota Cirebon Dapat Bantuan Bedah Rumah 

Karena tidak ingin terus menunggu, warga Kroya dan Karanganyar pun mengambil inisiatif sendiri. Mereka mengumpulkan dana secara swadaya dengan posko utama di Masjid Kroya dan Masjid Karanganyar. Hasilnya mengejutkan: dalam waktu satu malam saja, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp300 juta. Hingga saat ini, total dana yang berhasil dihimpun dari warga di empat desa sekitar sudah menembus angka Rp400 juta. Dana tersebut rencananya digunakan untuk membeli material dan membiayai pengecoran jalan secara mandiri.

Upaya konfirmasi kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon masih terus dijadwalkan oleh media ini. Informasi yang dihimpun menyebutkan, perbaikan jalan tersebut diperkirakan baru akan dilakukan sekitar Februari 2027. Namun, bagi warga yang sudah menunggu hampir dua dekade, janji itu terasa terlalu jauh. Mereka memilih untuk tidak lagi bergantung pada jadwal yang tak pasti dan memulai sendiri perbaikan yang mereka butuhkan.

0 Komentar