Siaga Darurat Kekeringan, BMKG Prediksi Hujan Baru Turun Bulan November

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Musim kemarau di Kabupaten Cirebon diperkirakan masih berlangsung lebih panjang. Berdasarkan informasi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan yang sebelumnya diperkirakan segera tiba kembali mengalami kemunduran.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan diperkirakan baru terjadi pada pertengahan November 2026.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui BPBD memperpanjang masa siaga darurat kekeringan. Sebelumnya, status siaga darurat kekeringan ditetapkan hingga 30 September 2026.

Baca Juga:115 Rumah di Kelurahan Drajat Kota Cirebon Dapat Bantuan Bedah Rumah Disnaker Kota Cirebon Tidak Tahu Program BSU Rp900 Ribu 

“Berdasarkan informasi dari BMKG, prediksi awal musim hujan kembali mundur. Diperkirakan baru terjadi pada pertengahan November,” ujar Syamsul.

Dengan adanya perubahan prediksi tersebut, Pemkab Cirebon akan memperpanjang Surat Keputusan (SK) Bupati Cirebon terkait siaga darurat kekeringan. Masa berlaku status tersebut diperpanjang hingga 31 Oktober 2026.

Menurut Syamsul, mundurnya musim hujan berpotensi memperpanjang persoalan kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon. Sumber air warga terus mengalami penurunan akibat kemarau yang berkepanjangan.

“Dengan semakin panjangnya musim kemarau, tentunya semakin banyak juga daerah atau desa yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih,” katanya.

BPBD Kabupaten Cirebon saat ini masih melakukan pembaruan data wilayah yang mengalami kelangkaan air bersih.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan dan distribusi bantuan air bersih.

Syamsul mengatakan, kondisi kekeringan tahun ini tergolong lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:Pria Asal Kabupaten Garut Gasak Motor dan iPhone di Kolam Renang Surya KadipatenJalan Kaduela-Telaga Remis Dihotmix, Pemprov Jabar Gelontorkan Anggaran Rp2,8 Miliar 

Salah satu penyebabnya adalah periode musim kemarau yang berlangsung lebih panjang.

“Kekeringan tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya karena musim kemaraunya semakin panjang,” pungkasnya. (den)

0 Komentar