Jumlah Santri Terverifikasi BNBA Capai 4,634 Juta

KEMENAG
PENDATAAN: Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan pihaknya pihaknya terus melakukan pemutakhiran dan penguatan integrasi data pendidikan keagamaan nasional. FOTO: KEMENAG
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan pemutakhiran dan penguatan integrasi data pendidikan keagamaan nasional. Hingga saat ini, sebanyak 4,634 juta santri telah terverifikasi secara by name by address (BNBA).

Angka tersebut merupakan hasil pendataan yang masih berlangsung, sehingga belum menggambarkan keseluruhan populasi santri nasional. Jumlah peserta didik tersebut berasal dari satuan pendidikan pada pesantren, selain Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ).

Kemenag saat ini tengah melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara bertahap untuk memastikan setiap santri dan satuan pendidikan pesantren tercatat secara akurat, faktual, dan tidak mengalami duplikasi. Verifikasi juga penting untuk memotret update data dan jumlah santri saat ini, sehingga bisa diketahui perkembangannya secara berkala.

Baca Juga:IGD RSD Gunung Jati Padat, Pasien Anak-anak MeningkatPWI Jabar Dilantik, Dedi Mulyadi Tekankan Independensi Pers

Dilansir dari rilis Kemenag, Minggu (4/10/2026), Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menjelaskan bahwa perubahan angka statistik santri yang muncul dalam berbagai publikasi perlu dipahami dalam konteks transformasi sistem pendataan yang sedang dilakukan Kemenag. Pendataan saat ini tidak lagi semata-mata mengandalkan angka agregat, tetapi diarahkan pada data individu yang dapat diverifikasi berdasarkan identitas dan keberadaan faktual santri.

“Data yang sedang kita bangun adalah data BNBA. Jadi, prosesnya memang membutuhkan waktu karena setiap data santri harus diverifikasi berdasarkan identitas, alamat, dan status keaktifannya. Karena proses ini masih berjalan, angka yang ada saat ini belum dapat dibaca sebagai angka final jumlah santri nasional,” ujar Basnang Said usai menggelar Rakor Perdana Ditjen Pesantren bersama para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia di Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026).

Rakor digelar di sela penyelenggaraan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI yang berlangsung dari 30 September – 6 Oktober 2026. Berdasarkan cut-off data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenag per hari ini, sebanyak 4.634.406 santri telah terhimpun dan terverifikasi dalam proses pendataan tersebut. Data ini akan terus bertambah seiring dengan berlangsungnya proses verifikasi dan konsolidasi di lapangan.

“Setelah dilakukan verifikasi, data santri yang terverifikasi bahkan sudah mencapai 4,634 juta, bukan 1,7 juta sebagaimana banyak diberitakan. Data ini masih akan terus bergerak karena proses verifikasi juga dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Basnang.

0 Komentar